Kimia Farma (KAEF) Catat Pemulihan Kinerja Usai Restrukturisasi 2025
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) melaporkan tren perbaikan fundamental kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025.
Ini seiring implementasi langkah strategis dalam restrukturisasi dan transformasi bisnis.
Perseroan mengumumkan laporan keuangan konsolidasian audited untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Baca juga: Kimia Farma Diagnostika Gandeng Pfizer, Perkuat Program Vaksinasi Nasional
Kimia Farma Apotek.
Perseroan menyatakan, laporan tersebut menunjukkan pemulihan performa keuangan dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai hasil dari penataan organisasi, efisiensi biaya, optimalisasi modal kerja, serta percepatan digitalisasi.
Sepanjang 2025, KAEF mencatatkan penurunan signifikan pada beban pokok penjualan menjadi Rp 6,16 triliun, dibandingkan Rp 6,99 triliun pada 2024. Penurunan ini diikuti oleh penyusutan beban usaha sebesar 12,65 persen, dari Rp 3,79 triliun menjadi Rp 3,31 triliun.
Perseroan menyebutkan, efisiensi biaya menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pemulihan kinerja.
"Beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp 6,16 triliun dari sebelumnya Rp 6,99 triliun pada tahun 2024,” tulis Kimia Farma dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Holding BUMN Farmasi Mau Dirombak, Kimia Farma Lepas dari Bio Farma
Perbaikan kinerja juga tercermin dari peningkatan laba bruto yang mencapai Rp 3,06 triliun pada 2025, naik dari Rp 2,95 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh fokus pada produk dengan margin lebih tinggi serta optimalisasi portofolio produk.
Di sisi lain, perseroan menekan rugi bersih secara signifikan. Rugi tahun berjalan turun sebesar 63,3 persen, dari Rp 1,21 triliun pada 2024 menjadi Rp 443,36 miliar pada 2025. Penurunan juga tercermin pada rugi per saham dasar yang menyusut dari Rp 151,31 menjadi Rp 60,17.
Ilustrasi kantor pusat PT Kimia Farma Tbk.
Selain itu, struktur liabilitas KAEF juga menunjukkan perbaikan. Liabilitas jangka pendek turun dari Rp 7,91 triliun menjadi Rp 7,06 triliun. Penurunan paling signifikan terjadi pada utang bank jangka pendek yang berkurang dari Rp 3,06 triliun menjadi Rp 1,09 triliun.
Baca juga: Kimia Farma Apotek Lakukan Restrukturisasi Keuangan dengan 5 Bank
Perseroan menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan program restrukturisasi keuangan secara konsisten.
Transformasi bisnis diperkuat
Untuk menjaga keberlanjutan usaha, KAEF menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh di seluruh lini usaha.
Transformasi ini difokuskan pada penguatan fundamental bisnis melalui enam pilar strategi, yaitu ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, serta sinergi antar-entitas dalam grup.
Perseroan juga melakukan penajaman fokus bisnis dengan mengutamakan pengembangan dan pemasaran produk dengan margin lebih tinggi.
Baca juga: Rugi Kimia Farma Menyusut Jadi Rp 234 Miliar di Kuartal III-2025
Di saat yang sama, KAEF menyatakan tetap berkomitmen menyediakan obat untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga akses layanan kesehatan masyarakat.
Transformasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam strategi tersebut.
Perseroan terus memperkuat sistem operasional dan rantai pasok, serta melakukan integrasi data guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
“Transformasi digital terus berjalan sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan kualitas layanan,” demikian pernyataan manajemen.
Baca juga: Kimia Farma (KAEF) dan RSCM Perluas Layanan Terapi Stem Cell di RSHS
Dukungan pendanaan dan sinergi holding
Dalam mendukung proses transformasi, KAEF memperoleh tambahan pendanaan berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan/SHL) sebesar Rp 846 miliar.
Kimia Farma berkomitmen untuk selalu memberikan penawaran terbaik bagi masyarakat.
Pendanaan tersebut berasal dari PT Danantara Asset Management dan disalurkan melalui PT Bio Farma (Persero) sebagai holding BUMN farmasi.
Perseroan menyatakan bahwa tambahan modal kerja dari SHL tersebut digunakan untuk memperbaiki kinerja operasional, memperkuat struktur keuangan, serta menjaga keberlangsungan usaha di tengah proses restrukturisasi.
Manajemen KAEF menyebut capaian kinerja tahun 2025 sebagai bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi menyeluruh.
Baca juga: Kinerja Semester I 2025 Membaik, Kimia Farma (KAEF) Jaga Laju Pemulihan
Dukungan dari Bio Farma Group dan Danantara dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Perseroan di industri kesehatan nasional.
“Capaian pada tahun 2025 ini merupakan bukti komitmen perseroan dalam melakukan transformasi menyeluruh melalui restrukturisasi keuangan dan transformasi bisnis,” tulis perseroan.
Tag: #kimia #farma #kaef #catat #pemulihan #kinerja #usai #restrukturisasi #2025