IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran
Pasar ekuitas domestik mengawali pekan ini dengan perhatian penuh pada level psikologis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami tekanan cukup dalam pada pekan lalu dengan koreksi mencapai 2,2 persen.
Pelemahan ini turut dibarengi dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai kurang lebih Rp864 miliar.
Beberapa saham yang menjadi sasaran jual asing meliputi BBRI, BMRI, ANTM, PTRO, hingga CUAN. Secara teknikal, IHSG kini berada dalam fase krusial untuk menguji support kuat di level 7000.
Jika indeks gagal bertahan di atas angka tersebut, koreksi jangka pendek diperkirakan dapat berlanjut ke rentang 6850 hingga 6950. Namun, apabila IHSG mampu memantul di level 7000, terdapat peluang terjadinya technical rebound dalam waktu dekat.
Support IHSG: 6950 – 7000
Resistance IHSG: 7070 – 7150
Wall Street Ditutup Variatif Menjelang Libur Panjang
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup beragam (mixed) pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor cenderung bersikap konservatif menjelang libur Jumat Agung.
Indeks Dow Jones melemah tipis 0,13 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat tipis 0,11 persen dan 0,18 persen.
Ketenangan pasar sedikit terjaga setelah munculnya sinyal diplomatik dari Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Iran dikabarkan tengah menyusun protokol dengan Oman terkait pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.
Langkah ini, ditambah dengan upaya mediasi dari puluhan negara, meredakan kekhawatiran pelaku pasar akan gangguan pasokan energi global yang berkepanjangan.
Meskipun demikian, harga minyak mentah sempat melonjak signifikan sebelum akhirnya sedikit melandai. Minyak mentah AS sempat melesat 11 persen ke level US$ 111 per barel, sementara Brent mendekati US$ 108 per barel.
Berlawanan dengan Wall Street yang variatif, bursa Asia justru menunjukkan tren penguatan moderat pada perdagangan Jumat lalu, meskipun sebagian besar pasar sedang libur. Indeks Nikkei 225 naik 1,26 persen dan Kospi Korea Selatan melesat signifikan hingga 2,74 persen.
Sentimen positif di Asia didorong oleh ekspektasi bahwa ketegangan antara AS, Israel, dan Iran mulai menemukan titik terang menuju penyelesaian.
Fokus investor kini beralih pada rilis data inflasi terbaru serta laporan kinerja emiten yang akan mulai dipublikasikan pada awal pekan ini guna mengukur dampak riil konflik terhadap fundamental pasar.
Berdasarkan situasi pasar terkini, berikut adalah beberapa saham yang dapat dicermati untuk ide trading hari ini melalui skema speculative buy:
MEDC (Spec Buy)
Area Beli: 1575 – 1605
Target: 1640 – 1680 | Stop Loss: < 1560
BRMS (Spec Buy)
Area Beli: 735
Target: 760 – 785 | Stop Loss: < 725
ITMG (Spec Buy)
Area Beli: 27200 – 27325
Target: 27725 – 28075 | Stop Loss: < 27200
PTBA (Spec Buy)
Area Beli: 2870 – 2910
Target: 2950 – 2990 | Stop Loss: < 2870
ARCI (Spec Buy)
Area Beli: 1400 – 1410
Target: 1435 – 1455 | Stop Loss: < 1375
UNTR (Spec Buy)
Area Beli: 30650 – 30750
Target: 30900 – 31175 | Stop Loss: < 30650
Disclaimer: Analisis ini disusun berdasarkan riset internal BNI Sekuritas dan data pasar terkini hingga 6 April 2026. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan risiko profil masing-masing. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Tag: #ihsg #diprediksi #berkutat #level #7000 #tengah #sinyal #damai #perang #iran