Utang WIKA Turun Rp 3,87 Triliun di Sepanjang 2025
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menurunkan utang sebesar Rp 3,87 triliun di sepanjang 2025 di tengah upaya restrukturisasi dan penyehatan keuangan yang terus dilakukan.
Penurunan berasal dari berkurangnya utang usaha sebesar Rp 1,79 triliun serta utang berbunga sebesar Rp 2,08 triliun. Secara persentase, masing-masing turun 29,5 persen dan 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui 8 stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan perseroan," ujar Corporate Secretary WIKA, Ngatemin (Emin) dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: WIKA Beton Ubah Strategi, Pasar Swasta Jadi Penopang Utama Kinerja
Sejalan dengan perbaikan struktur keuangan, WIKA juga membukukan kinerja operasional yang menunjukkan perbaikan. Sepanjang 2025, perseroan mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 17,46 triliun, sehingga total kontrak berjalan mencapai Rp 50,52 triliun.
Dari kontrak tersebut, WIKA mencatatkan penjualan sebesar Rp 20,45 triliun, terdiri dari penjualan non Kerja Sama Operasi (KSO) Rp 13,33 triliun dan penjualan KSO Rp 7,12 triliun. Perseroan pun membukukan laba kotor sebesar Rp 1,13 triliun.
Seiring dengan itu, margin laba kotor (gross profit margin/GPM) meningkat dari 7,9 persen pada 2024 menjadi 8,5 persen di 2025. Peningkatan ini terutama ditopang oleh kinerja bisnis inti, yakni sektor infrastruktur dan gedung serta engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC).
Selain itu, WIKA juga mencatatkan EBITDA operasi positif sebesar Rp 426,52 miliar, yang mencerminkan peningkatan kinerja operasional perusahaan di tengah proses restrukturisasi.
Perseroan juga berhasil menurunkan piutang sebesar Rp 1,89 triliun atau 29,2 persen menjadi Rp 4,58 triliun. Nilai pekerjaan dalam proses konstruksi turut turun Rp 1,15 triliun atau 34,6 persen sepanjang tahun lalu.
Emin menambahkan, pada tahun ini WIKA akan melanjutkan restrukturisasi secara komprehensif, termasuk menurunkan beban keuangan atas proyek penugasan serta melakukan divestasi aset yang belum memberikan kontribusi laba.
Baca juga: Simak Ketentuan Lengkap WFH Sehari Dalam Sepekan Bagi Swasta, BUMN, dan BUMD
Menurutnya, keberhasilan transformasi perseroan juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemegang saham, kreditur, hingga mitra kerja. Oleh karena itu, WIKA akan terus menjalin komunikasi intensif guna mendukung rencana penyehatan keuangan yang tengah dijalankan.
"Di tahun ini perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perseroan," kata dia.