Pasokan Urea Dunia Terganggu, Pupuk Indonesia Siap Ekspor 2 Juta Ton
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pambadi, saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
14:52
30 Maret 2026

Pasokan Urea Dunia Terganggu, Pupuk Indonesia Siap Ekspor 2 Juta Ton

PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka peluang ekspor urea hingga 2 juta ton di tengah gangguan pasokan global akibat konflik geopolitik.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pambudi mengatakan kapasitas produksi perseroan mencapai 9,4 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 1,5 juta ton hingga 2 juta ton dialokasikan untuk ekspor, tergantung kebutuhan dalam negeri.

“Kita produksi 9,4 juta ton. Dari 9,4 juta ton itu kita bisa ekspor antara 1,5 sampai 2 juta ton tergantung dari kebutuhan dalam negeri,” ujar Rahmad di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Genjot Daya Saing Industri Pupuk, Petrokimia Gresik Fokus Proyek Strategis

Gangguan pasokan terjadi setelah konflik di Timur Tengah membatasi lalu lintas di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dan produk petrokimia, termasuk urea dari negara-negara Teluk.

Kondisi tersebut menekan pasokan global, terutama bagi negara yang bergantung pada impor dari kawasan tersebut seperti India, Australia, dan Amerika Serikat.

“Amerika misalnya, itu pasti mengimpor sebagian kebutuhan ureanya dari Middle East (Asia Barat),” kata Rahmad.

Di tengah situasi ini, posisi Indonesia justru berbeda. Ketersediaan bahan baku dalam negeri membuat produksi urea tetap stabil. Amonia sebagai bahan utama berasal dari gas alam domestik, sehingga tidak terdampak langsung oleh gangguan rantai pasok global.

Rahmad menilai kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar di pasar global.

“Di tengah gejolak, itu justru Indonesia bisa jadi penyelamat,” ujarnya.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Aman

Sejumlah negara mulai mendekati Pupuk Indonesia untuk mengamankan pasokan. Rahmad menyebut pertemuan dengan pemerintah India dan Australia telah dijadwalkan dalam waktu dekat.

“Biasanya kan ada situasi global, Indonesia posisinya rentan. Untuk khusus terkait dengan pupuk, situasinya berbalik. Justru Indonesia bisa jadi penyelamat,” kata dia.

Konflik di Timur Tengah juga mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pembatasan distribusi dari negara produsen utama membuat pasar energi global tertekan.

Situasi semakin kompleks setelah Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militer di kawasan, sementara kelompok Houthi di Yaman menyatakan dukungan terhadap Iran.

Tag:  #pasokan #urea #dunia #terganggu #pupuk #indonesia #siap #ekspor #juta

KOMENTAR