Harga Sembako Berpotensi Naik Imbas Melemahnya Rupiah
- Hari ini, Jumat (27/3/2026) nilai tukar rupiah mencapai Rp 16.967 per 1 dollar AS.
Melemahnya mata uang rupiah menjadi pertanda ketidakseimbangan perekonomian Indonesia yang memicu kenaikan harga sembako antara 2-8 persen.
Baca juga: Pelaku Industri Khawatir Rupiah Tembus Rp 17.000, HIMKI: Alarm Keras
Kemudian, harga sembako bisa meningkat jika ketersediaan dalam negeri menipis atau bahkan tidak ada.
Suasana bazzar sembako murah di Jalan Raya Banjaran - Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026).
Hal ini, karena Indonesia masih mengandalkan sebagian impor bahan pangan yang sulit tergantikan.
"Untuk fluktuasi nilai tukar ini akan berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan, bervariasi bisa dari 2 sampai 8 persen tergantung jenis makanannya," jelas Dosen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Hani Perwitasari dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/3/2026).
Jika perubahan kurs terus-menerus menekan rupiah, maka kenaikan lebih cepat terjadi.
"Komoditas yang paling rentan seperti daging, kemudian telur, susu yang memang sulit untuk disubstitusi, maka dia akan lebih rentan terhadap dampak dari pelemahan rupiah ini," ujarnya.
Volume impor menjadi tidak relevan bila pelemahan rupiah terus terjadi, sebab sangat rentan terkena gejolak kurs.
Namun, mau tidak mau pemerintah tetap membuka keran impor bahan pangan sebab produksi dalam negeri tidak mencukupi.
"Semakin tinggi impornya, maka ini akan sangat rentan terhadap gejolak kurs yang ada," kata Hani.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah, Turun 0,19 Persen ke Level Rp 16.936 per Dollar AS
Untuk menjaga nilai tukar rupiah, Hani memberi saran agar masyarakat membeli produk buatan dalam negeri.
Ilustrasi rupiah, uang rupiah. Mata uang paling lemah di Asia 2025.
Tentunya dengan catatan, produk mesti sesuai standar yang diinginkan konsumen. "Peran seluruh pihak termasuk konsumen juga penting, karena memilih produk dalam negeri akan mendorong penguatan produksi pangan nasional," kata Hani.
Pelemahan rupiah
Sejak 23 Maret 2026, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus-menerus melemah.
Alasannya karena eskalasi di Timur Tengah yang membuat nilai tukar beberapa mata uang melemah terhadap dollar AS.
Dikutip dari Kompas.id, depresiasi nilai tukar juga dialami oleh mata uang negara maju, seperti euro Eropa, yen Jepang, serta pound sterling Inggris.
Pelemahan tersebut terutama disebabkan oleh menguatnya kurs dollar AS sejak ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Disinyalir rupiah tetap berada di kisaran Rp 16.900-17.000 per dollar AS bila ketegangan di Timur Tengah tidak kunjung selesai.
Baca juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.904 per Dollar AS, IHSG Terkoreksi 1,89 Persen
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Melemah, Dosen UGM Soroti Kemungkinan Ada Kenaikan Harga Pangan" dan Kompas.id berjudul "BI Libur, Rupiah Tembus Rp 17.000 Per Dolar AS"
Tag: #harga #sembako #berpotensi #naik #imbas #melemahnya #rupiah