Bukan Pembatasan, Bahlil Minta Warga Bijak Gunakan Energi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seusai rapat di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026) malam. (Dok. Setpres)
20:28
26 Maret 2026

Bukan Pembatasan, Bahlil Minta Warga Bijak Gunakan Energi

- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah belum menetapkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global.

Ia menyatakan, pemerintah saat ini hanya mendorong masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak, alias sesuai dengan kebutuhan.

"Saya ingin menyampaikan bahwa tolong kita memakai energi dengan bijak. Tolong (BBM di) SPBU ini bukan untuk industri, tolong dipakai dengan bijaksana," ujarnya dalam kunjungan kerja di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: RI Aman dari Darurat Energi, Bahlil Pastikan Pasokan Nasional Memadai

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dii Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).KOMPAS.com / YOHANA ARTHA ULY Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dii Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Bahlil pun menekankan untuk masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan membeli BBM dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali.

"Kalau satu hari katakanlah, contoh ya, cukup 30 liter, 40 liter, ya itu cukup. Enggak usah ada rasa panic buying. Enggak perlu ada. Jadi pakailah dengan secukupnya," ucap dia.

"Jangan sampai masih ada yang ngantre di SPBU-SPBU, mobil-mobil truk. Padahal isinya bukan untuk mengangkut, tetapi itu habis itu diantre, habis itu dijual lagi," tambahnya.

Baca juga: Bahlil: Indonesia Cari Impor Minyak Baru Global Akibat Konflik Timur Tengah

Ia juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk menekan potensi terjadinya penyalahgunaan energi.

Dalam kondisi saat ini, sekali lagi, Bahlil meminta seluruh pihak bersikap bijak menghadapi krisis global.

Bahlil turut mengingatkan oknum yang melakukan penimbunan agar menghentikan praktik tersebut dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Menurut dia, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas pasokan energi sehingga diperlukan kesadaran dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

Ilustrasi BBM Pertamina di SPBU. Minyak Dunia Tembus 100 Dollar AS per Barel, Apakah Harga BBM di Indonesia Ikut Naik? Ini Kata Bahlil dan PertaminaMuhammad Idris/Money.kompas.com Ilustrasi BBM Pertamina di SPBU. Minyak Dunia Tembus 100 Dollar AS per Barel, Apakah Harga BBM di Indonesia Ikut Naik? Ini Kata Bahlil dan Pertamina

Baca juga: Bahlil Wanti-wanti Pengusaha Batu Bara: Wajib DMO atau Tak Bisa Ekspor

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, rakyat pun tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak, semua stakeholder, saya mengajak ayo kita sama-sama semua untuk kita mengawal negara kita," kata Bahlil.

Terkait kondisi pasokan energi nasional, ia memastikan Indonesia belum dalam kondisi darurat.

Dia menjamin pasokan energi nasional masih memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah gejolak global.

Seperti pada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang kini tak lagi mengandalkan impor.

Baca juga: Pemerintah Masih Sanggup Subsidi BBM, Bahlil: Setelah Maret Kita Pikirkan Lagi

"Sekalipun negara-negara lain, sebagian negara di Asia sudah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara, dalam hal ini darurat, harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insya Allah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear," paparnya.

Untuk BBM jenis bensin, diakuinya sekitar 50 persen kebutuhan nasional masih dipasok dari impor, begitu pula dengan gas alam cair atau liquefied petroleum gas (elpiji) berkisar 70 persen.

Namun untuk kedua produk tersebut, pemerintah telah mencari alternatif sumber, selain dari negara Timur Tengah.

"Kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya," ucap dia.

Baca juga: Bahlil Sebut APBN Masih Kuat Biayai Subsidi Saat Harga Minyak Sentuh 100 Dollar AS

Maka dari itu, Bahlil pun menegaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan energi.

Namun, ia tetap meminta masyarakat untuk menggunakan energi secara bijaksana mengingat kondisi global yang masih bergejolak.

"Sekalipun kita dalam kondisi yang baik, saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan, agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak," pintanya.

Tag:  #bukan #pembatasan #bahlil #minta #warga #bijak #gunakan #energi

KOMENTAR