Okupansi Tembus 150,7 Persen, Kereta Jadi Andalan Arus Balik
Ilustrasi penumpang kereta api saat mudik Lebaran 2026.(DOK. PT KAI)
10:52
23 Maret 2026

Okupansi Tembus 150,7 Persen, Kereta Jadi Andalan Arus Balik

Lonjakan mobilitas arus balik Lebaran 2026 mendorong tingkat keterisian kereta api melampaui kapasitas. Okupansi Kereta Api Jarak Jauh bahkan menembus 150,7 persen, menandai tingginya permintaan transportasi berbasis rel di tengah padatnya perjalanan pascalibur.

Hingga 23 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran mencapai 4.028.839 tiket atau 89,6 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Artinya, masih tersedia 469.857 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan untuk arus balik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tren peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi andalan saat Lebaran.

“Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik,” ujar Anne, melalui keterangan pers, Senin (23/3/2026).

“Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal,” lanjut dia.

Baca juga: KAI Prediksi Hari Ini Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Okupansi Melonjak di Atas Kapasitas

Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, tiket yang terjual mencapai 3.507.988 atau 98,2 persen dari total 3.571.760 tempat duduk. Sisa kursi yang masih tersedia tercatat 63.772.

Sementara itu, penjualan tiket Kereta Api Lokal mencapai 520.851 tiket atau 56,2 persen dari total 926.936 tempat duduk, dengan sisa kapasitas 406.085 kursi. Penjualan KA Lokal diperkirakan terus meningkat mendekati hari keberangkatan karena sebagian besar pemesanan baru dibuka mulai H-7.

Selama periode 11 hingga 22 Maret 2026, KAI telah melayani total 2.519.508 pelanggan, terdiri dari 2.131.656 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 387.852 pelanggan KA Lokal di Pulau Jawa dan Sumatra. Angka ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjelang arus balik.

Puncak lonjakan terjadi pada 22 Maret 2026 dengan jumlah pelanggan Kereta Api Jarak Jauh mencapai 242.773 orang atau setara 150,7 persen dari kapasitas 161.100 tempat duduk.

Adapun tren kenaikan okupansi terlihat konsisten sejak 11 Maret, dimulai dari 63,7 persen dan terus meningkat hingga menembus di atas 100 persen sejak 13 Maret.

Memasuki 23 Maret 2026, pergerakan penumpang tetap tinggi. Hingga pagi hari, sebanyak 222.948 pelanggan telah dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara 139,1 persen, dan masih berpotensi bertambah.

Baca juga: KAI Logistik Distribusikan 4 Lokomotif Hidrolik untuk Angkutan Lebaran 2026

Strategi Kursi Bergantian dan Alternatif Perjalanan

Anne menjelaskan, okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena pola penggunaan kursi yang dinamis dalam satu rangkaian perjalanan.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda,” jelas Anne.

“Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” tambahnya.

Di tengah tingginya permintaan, sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

Meski permintaan meningkat, peluang mendapatkan tiket masih terbuka. Masyarakat dapat memilih relasi alternatif, jadwal keberangkatan berbeda, hingga memanfaatkan layanan connecting train untuk memperbesar peluang perjalanan.

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutup Anne.

Tag:  #okupansi #tembus #1507 #persen #kereta #jadi #andalan #arus #balik

KOMENTAR