Rekrutmen Bisa Tuntas 3 Hari, Solusi AI Tawarkan Seleksi 80 Persen Lebih Cepat
Ilustrasi CV.(SHUTTERSTOCK/KASPARS GRINVALDS)
13:24
27 Februari 2026

Rekrutmen Bisa Tuntas 3 Hari, Solusi AI Tawarkan Seleksi 80 Persen Lebih Cepat

Kebutuhan talenta digital yang terus meningkat mendorong perusahaan untuk mempercepat proses rekrutmen.

Namun, dalam praktiknya, proses tersebut kerap memakan waktu dan biaya tidak sedikit, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang belum memiliki tim rekrutmen khusus.

Rata-rata proses rekrutmen disebut dapat menghabiskan hingga 150 jam kerja dan biaya mencapai Rp 11,5 juta hanya untuk menyortir CV dan melakukan wawancara kandidat.

Baca juga: PwC: 96 Persen Pekerja RI Pengguna AI Harian Akui Produktivitas Naik

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). Ledakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya mengubah teknologi, tetapi juga mencetak miliarder baru dalam jumlah dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Alibaba Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). Ledakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya mengubah teknologi, tetapi juga mencetak miliarder baru dalam jumlah dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di tengah kondisi itu, TalentGO.AI menghadirkan layanan business-to-business (B2B) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diklaim mampu mempercepat dan menyederhanakan proses perekrutan.

Valencia Gabriella, CEO & Founder TalentGO.AI, mengatakan inisiatif tersebut berangkat dari pengalaman pribadi.

“Perjalanan TalentGO.AI dimulai dari sebuah keresahan personal saya sejak tahun 2020. Saat itu, saya melihat sulitnya para kandidat dalam menemukan pekerjaan, namun di sisi lain para pemilik bisnis sering kali kesulitan mencari kandidat yang tepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).

Proses rekrutmen dinilai masih administratif dan manual

Menurut Valencia, persoalan rekrutmen tidak semata-mata terletak pada sulitnya mencari kandidat, melainkan pada proses administratif yang masih dikerjakan secara manual.

Baca juga: PM Singapura Janjikan Tak Akan Ada Jobless Growth Meski AI Ubah Arah Ekonomi

Tahapan tersebut mencakup pencarian kandidat hingga screening awal yang menyita waktu dan tenaga.

Dalam banyak kasus, beban rekrutmen jatuh ke tangan pemilik bisnis atau tim operasional. Mereka harus membagi fokus antara menjalankan operasional usaha dan menyaring lamaran yang masuk.

Ilustrasi CV.FREEPIK/RACOOL_STUDIO Ilustrasi CV.

Tidak jarang, ratusan CV harus diperiksa dalam waktu singkat, namun hasilnya belum tentu sesuai dengan kebutuhan posisi.

“Hadir pada tahun 2025 lalu dan didukung oleh bantuan teknologi AI, kami memotong proses rekrutmen yang lambat menjadi 6 kali lebih cepat,” kata Valencia.

Baca juga: Tren Perbankan 2026: AI Ubah Cara Bank Cari Untung

TalentGO.AI menawarkan solusi end-to-end berbasis AI yang mencakup pencarian kandidat, otomasi penilaian CV yang diklaim akurat dan objektif, hingga fasilitas video interview untuk mempermudah proses seleksi.

Klaim percepat seleksi hingga 80 persen

Melalui pendekatan yang disebut sebagai AI Virtual HR, sistem TalentGO.AI dirancang untuk membantu rekruter mempercepat proses seleksi hingga 80 persen.

Teknologi yang digunakan tidak hanya mencocokkan kata kunci, tetapi membaca pola dan konteks dari CV kandidat.

Kandidat kemudian diurutkan berdasarkan tingkat kecocokan dan kualifikasi terhadap kebutuhan posisi.

Baca juga: Studi Ritel Terbaru, 45 Persen Konsumen Pakai AI buat Belanja Ramadhan

Dengan demikian, perusahaan dapat langsung memprioritaskan kandidat terbaik tanpa harus melakukan wawancara satu per satu pada tahap awal.

Selain percepatan proses, TalentGO.AI juga menekankan aspek transparansi dalam penilaian. Setiap profil kandidat dilengkapi indikator kompetensi yang dapat ditinjau oleh rekruter.

Dengan pendekatan ini, rekruter tidak hanya menerima skor akhir, tetapi juga memiliki dasar evaluasi untuk menilai kesesuaian kandidat dengan peran yang dicari.

Fitur untuk kandidat dan skema layanan fleksibel

Tidak hanya menyasar perusahaan, TalentGO.AI juga menyediakan fitur bagi kandidat. Dalam setiap aplikasi, kandidat dapat memperoleh masukan mengenai CV mereka serta mengakses latihan wawancara daring secara gratis.

Baca juga: LinkedIn: AI Ciptakan 1,3 Juta Pekerjaan Baru di Dunia

Ilustrasi melamar kerja.SHUTTERSTOCK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi melamar kerja.

Fitur ini ditujukan agar kandidat dapat memperbaiki proses lamaran kerja secara lebih optimal.

Untuk menjangkau kebutuhan perusahaan yang beragam, TalentGO.AI menyediakan beberapa model layanan.

Opsi tersebut meliputi penggunaan mandiri untuk screening berbasis AI, layanan sourcing dan screening yang dikelola tim TalentGO.AI, hingga layanan end-to-end termasuk headhunter premium.

Dari sisi harga dan model bisnis, perusahaan ini menyatakan menyesuaikan diri dengan kebutuhan UKM.

Baca juga: BCA Jadi Bank Pertama di Asia Tenggara yang Dapat Sertifikasi Manajemen AI

Perusahaan dapat memilih layanan sesuai kebutuhan tanpa kewajiban berlangganan, sehingga diharapkan lebih fleksibel dan tidak memerlukan investasi besar pada sistem rekrutmen internal.

“Dengan bantuan teknologi, pekerjaan manual dan repetitif dalam rekrutmen bisa dipersingkat dan dimudahkan. Namun, keputusan tetap ada pada manusia. Rekruter tetap menentukan kandidat terbaik yang layak dipanggil untuk tahap berikutnya, dan proses wawancara tetap dilakukan secara langsung untuk memastikan kecocokan kandidat,” ungkap Valencia.

Traksi awal dan evaluasi keselarasan AI

Sejak peluncurannya, TalentGO.AI mencatat telah digunakan oleh lebih dari 50 perusahaan, mendukung lebih dari 130 posisi aktif, dan menjangkau lebih dari 30.000 kandidat dalam tiga bulan awal operasional.

Perusahaan juga menyebut berhasil mempersingkat proses rekrutmen, mulai dari pencarian kandidat hingga tahap offering, menjadi hanya tiga hari untuk perusahaan di sektor teknologi, olahraga, ritel, manufaktur, agensi, makanan dan minuman (F&B), fashion, dan sektor lainnya.

Baca juga: Singapura Siapkan Insentif AI dalam APBN 2026, Bidik Produktivitas Bisnis

Dari sisi akuntabilitas penggunaan AI, TalentGO.AI menyatakan sistemnya dirancang agar dapat ditinjau (reviewable).

Berdasarkan 75 siklus rekrutmen, tingkat keselarasan penilaian AI dengan standar rekruter berada di kisaran 85 sampai 90 persen. Moderasi manual disebut biasanya diperlukan untuk sebagian kecil kandidat yang masuk daftar pendek (shortlist).

Perusahaan juga menyiapkan mekanisme override dan kalibrasi berkala untuk meminimalkan risiko bias dalam proses seleksi. Keputusan akhir tetap berada di tangan rekruter.

“Melalui model yang kami tawarkan, TalentGO.AI memposisikan rekrutmen bukan lagi sebagai beban administratif yang panjang dan mahal, melainkan sebagai proses yang lebih ringkas sehingga perusahaan bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis utama,” tutur Valencia.

Tag:  #rekrutmen #bisa #tuntas #hari #solusi #tawarkan #seleksi #persen #lebih #cepat

KOMENTAR