QRIS Tembus Korea Selatan, Babak Baru Ekonomi Digital Indonesia
Obyek wisata Jeongseon 5 Days Market, Korea Selatan.(Dok. KTO)
08:52
27 Februari 2026

QRIS Tembus Korea Selatan, Babak Baru Ekonomi Digital Indonesia

DI TENGAH tren cross border payment, Bank Indonesia kembali memperluas implementasi QRIS Antarnegara.

Bank Indonesia dan Bank of Korea sepakat untuk melanjutkan persiapan implementasi QRIS Antarnegara yang diluncurkan April 2026.

Artinya, setiap transaksi kita nantinya ketika berada di Korea Selatan ataupun sebaliknya, dapat diselesaikan hanya dengan sekali pindai kode QR di merchant yang tersedia.

Langkah ini menjadi terobosan progresif Bank Indonesia di sektor sistem pembayaran sekaligus bentuk konsistensi dan komitmen Bank Indonesia menjalankan kebijakan Blueprint Sistem Pembayaran (BSPI) dalam rangka memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran di masyarakat.

QRIS Antarnegara dipastikan akan berdampak kepada perekonomian Indonesia. Mengutip data publikasi Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2025, transaksi QRIS mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sebesar 139,99 persen (yoy) di tahun 2025.

Pertumbuhan nilai transaksi tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS yang masing-masing telah mencapai 59,93 juta dan 42,75 juta.

Dengan pertumbuhan sebesar itu, wajar Bank Indonesia terus memperluas penggunaan QRIS Antarnegara.

Baca juga: Geopolitik SEAblings Vs KNetz dan Alarm Keras untuk Korea

Sebelum Korea Selatan, Bank Indonesia telah melakukan perluasan QRIS Antarnegara ke beberapa negara ASEAN dan Jepang. Uji coba juga sedang dilaksanakan dengan China.

Salah satu pola yang terlihat jelas adalah negara-negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa Korea Selatan? Korea Selatan sudah cukup dikenal melalui diplomasi budaya Korean Pop. Tidak hanya berhasil memperkenalkan Korea Selatan, diplomasi ini juga menempatkan Korea Selatan sebagai mitra dagang penting dunia, termasuk Indonesia.

Saat ini, Indonesia dan Korea Selatan tergabung ke dalam kerja sama Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA), yaitu kerja sama bilateral Indonesia dan Korea Selatan dalam rangka meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Melalui kerja sama tersebut, Korea Selatan kini menjadi salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.

Mengutip data Kementerian Perdagangan, neraca perdagangan dengan Korea Selatan mengalami surplus di Desember 2025 dengan nilai 0,53 miliar dollar AS.

Meskipun sempat mengalami perlambatan ekonomi di triwulan IV 2025, Korea Selatan masih termasuk ke dalam negara dengan perekonomian terbesar di Asia.

Bahkan di tahun 2026, ekonomi Korea Selatan diperkirakan akan kembali tumbuh. Prospek ekonomi Korea Selatan dan hubungan dagang dengan Indonesia yang sudah terjalin baik merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan.

Kehadiran QRIS Antarnegara diharapkan akan mendorong jumlah volume perdagangan antarkedua negara, yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap devisa negara dan memperkuat neraca perdagangan nasional.

Di sisi lain, sejalan dengan strategi Bank Indonesia untuk mendorong kemudahan dan memperkuat interkoneksi sistem pembayaran, perluasan jangkauan QRIS Antarnegara dipastikan akan meningkatkan inklusi keuangan dan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata.

Bagaimana transmisinya? Pertama, yaitu inklusi keuangan. Dengan didukung infrastruktur memadai, kini setiap orang dapat melakukan transaksi di mana saja.

Baca juga: KNetz Vs SEAblings dan Pergeseran Kuasa Ekonomi Kreatif

Peningkatan jumlah merchant QRIS yang sebagiannya merupakan UMKM menunjukkan akses keuangan yang semakin merata.

Inklusi keuangan ini juga tidak terlepas dari keberhasilan implementasi QRIS TAP. Hal ini penting mengingat UMKM telah berkontribusi lebih dari 50 persen kepada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan berhasil menyerap tenaga kerja hingga 97 persen.

Kedua, yaitu sektor pariwisata. Industri pariwisata menjadi sektor penting yang memberikan kontribusi kepada PDB Indonesia.

Tidak hanya UMKM, sektor pariwisata akan mendukung keberlangsungan industri lainnya, seperti transportasi, perhotelan, dan kuliner.

Melansir Laporan Perekonomian BPS 2025, meskipun mengalami perlambatan pada saat Covid-19, pariwisata Indonesia mulai menunjukkan taringnya dengan adanya peningkatan kontribusi pariwisata ke PDB sejak 2021 hingga 2023, yaitu masing-masing sebesar 2,30 persen, 3,7 persen, dan 4,67 persen.

Sepanjang tahun 2021 hingga 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Hingga akhir tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15 juta wisatawan. Angka ini berhasil menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi utama di Asia Tenggara.

Apabila melihat lebih dalam Laporan BPS 2025, Korea Selatan konsisten menjadi salah satu negara yang paling banyak mengunjungi Indonesia sejak tahun 2021 bersama Malaysia, China, dan India.

Selaras dengan jumlah kunjungan tersebut, wisatawan Korea Selatan termasuk yang memiliki tingkat pengeluaran terbesar di Indonesia.

Sebaliknya, secara global Indonesia menjadi negara kesembilan penyumbang wisatawan terbanyak ke Korea Selatan sepanjang tahun 2025.

Kunjungan ini terus mengalami peningkatan yang didorong oleh kuatnya promosi pariwisata Korea Selatan.

Baca juga: SEAblings Vs K-Netz: Retaknya Soft Power Diplomacy Korea Selatan

Bukan tidak mungkin jumlah wisatawan, termasuk nilai transaksi pariwisata akan semakin meningkat dengan hadirnya QRIS Antarnegara.

Pada akhirnya, perluasan QRIS Antarnegara tidak hanya akan mempermudah transaksi antarnegara. Lebih dari itu, dengan memperhatikan peluang yang ada, QRIS Antarnegara semakin memperkuat integrasi antara digitalisasi pembayaran dengan perekonomian, dan inklusi keuangan.

Namun di balik manfaatnya, terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian untuk memastikan implementasi QRIS Antarnegara berjalan dengan optimal, terutama kesiapan infrastruktur yang komprehensif, mulai dari regulasi, pelindungan data pribadi, hingga interoperabilitas sistem pembayaran serta infrastruktur ekonomi lainnya.

Melalui BSPI, Bank Indonesia telah mempersiapkan rencana jangka panjang sistem pembayaran, termasuk bagaimana memitigasi risiko dan menjawab tantangan yang ada ke depannya.

Selebihnya, dengan didukung oleh stabilitas fundamental kedua negara, perluasan QRIS Antarnegara ini diharapkan dapat menjadi katalis peningkatan aktivitas ekonomi dan pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Tag:  #qris #tembus #korea #selatan #babak #baru #ekonomi #digital #indonesia

KOMENTAR