IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat di Area 8.650
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat di area 8.440-8.650 pada perdagangan Jumat (27/2/2026), setelah indeks ditutup terkoreksi 1,04 persen ke posisi 8.235 pada perdagangan Kamis kemarin.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave (c) dari wave [x], sehingga indeks masih berpeluang menguat ke 8.440-8.650.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi lanjutan. Area 8.081 hingga 8.149 menjadi zona yang patut diwaspadai sebagai rentang koreksi berikutnya apabila tekanan jual kembali meningkat.
“Best case, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [x], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.440-8.650. Waspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang 8.081-8.149,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Adapun level support kuat terdekat berada di 8.025 dan 7.861. Sementara resistance di 8.408 dan 8.596.
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 1,05 Persen ke Level 8.235, Mayoritas Saham Tertekan
Saham apa saja yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia? Berikut rekomendasi dari dua sekuritas.
MNC Sekuritas:
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang ditutup di level Rp 3.950 direkomendasikan buy on weakness. BBRI disebut tengah membentuk bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [iii]. Struktur ini mengindikasikan koreksi yang bersifat sementara sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.
Saham PT Sentul City Tbk (BKSL) ditutup di harga Rp 134 dan juga direkomendasikan buy on weakness. BKSL saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (B). Pola ini biasanya mencerminkan fase koreksi menengah dalam struktur yang lebih besar, dengan peluang melanjutkan pergerakan sesuai pola berikutnya apabila support terjaga.
Rekomendasi serupa diberikan pada PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang berada di posisi Rp 1.620. ENRG terindikasi sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5. Artinya, saham ini tengah mengalami koreksi minor dalam tren impulsif yang lebih besar, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka setelah fase koreksi selesai.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang ditutup di Rp 3.640 juga masuk dalam daftar buy on weakness. MDKA berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii], yang mengindikasikan fase konsolidasi sebelum potensi kelanjutan tren naik utama.
Baca juga: Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Dihantam Tekanan
Pilarmas Investindo Sekuritas:
Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berada di harga terakhir Rp 6.725. Level support di 6.550, sementara resistance terdekat di 6.850. INDF memiliki target penguatan di harga Rp 6.825 selama mampu bertahan di atas area support dan menjaga momentum kenaikan.
Saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) diperdagangkan pada harga Rp 432. Saham ini memiliki support di 412 dan resistance di 448. Target jangka pendek berada di area Rp 446.
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berada pada harga terakhir Rp 820. Level support di 810 dan resistance di 910, dengan target penguatan menuju Rp 900.
Baca juga: Klaim Pengangguran AS Naik Tipis, Pasar Kerja Masih Stabil
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.