Survei Glassdoor: 68 Persen Gen Z Tak Tertarik Jadi Manajer
Ilustrasi Gen Z (iStock)
18:04
26 Februari 2026

Survei Glassdoor: 68 Persen Gen Z Tak Tertarik Jadi Manajer

Gen Z mengubah cara memandang dunia kerja. Jika generasi sebelumnya identik dengan ambisi meniti tangga karier hingga kursi manajerial, kelompok pekerja muda kini dinilai lebih pragmatis.

Laporan terbaru Glassdoor menyebut fenomena ini sebagai career minimalism, yakni pendekatan karier yang menempatkan pekerjaan utama sebagai sarana stabilitas finansial, sementara ambisi dan passion disalurkan di luar jam kerja, termasuk melalui side hustle yang kian menjanjikan.

Dikutip dari Fortune, Kamis (26/2/2026), survei Glassdoor terhadap lebih dari 1.000 profesional di Amerika Serikat (AS) menunjukkan 68 persen responden Gen Z mengaku tidak akan mengejar posisi manajemen jika bukan karena gaji atau jabatan.

Baca juga: Studi Randstad: Gen Z Hanya Bertahan 1,1 Tahun di Pekerjaan Pertama

Ilustrasi Gen Zfreepik.com Ilustrasi Gen Z

Temuan ini menandai pergeseran dari pola tradisional yang selama ini dipandang sebagai jalur utama kesuksesan profesional.

Morgan Sanner, pakar karier Gen Z di Glassdoor sekaligus pendiri Resume Official, menggambarkan perubahan tersebut dengan metafora berbeda.

“Kita telah mengganti jenjang karier yang kaku dengan pijakan karier yang fleksibel,” ujarnya.

Ia menyebut pendekatan ini sebagai sebuah jalur di mana kita dapat langsung menuju peluang apa pun yang paling sesuai pada saat ini.

Baca juga: Survei: 46 Persen Gen Z Pilih Stabilitas Finansial Ketimbang Cinta

"Dalam jangka panjang, fleksibilitas semacam itu lebih berkelanjutan, lebih realistis, dan lebih sesuai dengan realitas tempat kerja saat ini," jelas Sanner. 

Gen Z dan jabatan manajerial: antara skeptis dan realitas data

Ilustrasi pekerja.Dok. Freepik/lookstudio Ilustrasi pekerja.

Meski survei terbaru menunjukkan skeptisisme terhadap jabatan manajerial, data lain dari Glassdoor menghadirkan gambaran berbeda.

Daniel Zhao, Chief Economist Glassdoor mengatakan, laporan dua tahunan Worklife Trends menemukan Gen Z memasuki jajaran manajemen dengan tingkat yang sama seperti generasi sebelumnya.

Zhao merujuk pada konsep “conscious unbossing” alias pelepasan kendali secara sadar dan anggapan bahwa generasi muda enggan menjadi atasan karena tak lagi melihatnya sebagai jalur ideal.

Baca juga: Survei Ungkap, Gen Z Jadi Generasi Paling Kesepian di Kantor

Namun, menurutnya, Anda sebenarnya tidak melihat bukti apa pun tentang hal itu dalam data.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa milenial untuk pertama kalinya menjadi mayoritas manajer, sementara Gen Z menyumbang sekitar 10 persen dari total manajer.

“Manajemen bukanlah untuk semua orang, dan itu tidak apa-apa. Tetapi tetap saja, bidang ini dipandang sebagai jalur terbaik untuk menapaki tangga karier," ucap Zhao.

Zhao menekankan pentingnya tidak menggeneralisasi seluruh generasi. Namun, ia mengakui bahwa banyak pekerja muda dan Gen Z merasa pasar kerja tidak menguntungkan mereka.

Baca juga: Survei Global: Gen Z dan Milenial Terjebak Overwork, 4 dari 10 Mengaku Stres

"Sehingga beberapa jalur tradisional menuju kesuksesan terasa tidak terbuka seperti 10 hingga 20 tahun yang lalu," sebut dia.

Survei tersebut mengindikasikan manajemen kini dipandang lebih sebagai langkah formal dalam tangga karier, bukan tujuan intrinsik.

Pandangan ini selaras dengan temuan dua firma konsultan Big Four. EY menemukan Gen Z cenderung pragmatis dan memandang tonggak kehidupan tradisional dengan “skeptisisme yang beralasan”.

KPMG juga mensurvei karyawan Gen Z mereka dan menemukan generasi ini haus akan mentorship serta kolaborasi di kantor, namun sekaligus menginginkan berakhirnya mentalitas kerja sembilan sampai lima yang kaku dan mendukung fleksibilitas.

Baca juga: Survei Deloitte: Biaya Hidup Jadi Sumber Stres Finansial Gen Z dan Milenial

Ilustrasi bekerja, Gen Z bekerja di kantor. Dok. Freepik/Freepik Ilustrasi bekerja, Gen Z bekerja di kantor.

Generasi side hustle

Jika Gen Z tidak sepenuhnya menolak ambisi, tetapi juga tak sepenuhnya tertarik pada manajemen korporasi, ke mana energi tersebut dialihkan?

Laporan Glassdoor mengutip temuan Harris Poll yang menunjukkan 57 persen Gen Z saat ini memiliki side hustle atau pekerjaan sampingan, dibandingkan 48 persen milenial, 31 persen Gen X, dan 21 persen baby boomers.

Glassdoor menyebut Gen Z sebagai generasi yang benar-benar mengandalkan pekerjaan sampingan, di mana identitas pekerjaan berada di luar pekerjaan tradisional.

Side hustle tidak lagi dipandang sebagai distraksi atau opsi cadangan, melainkan bagian sentral identitas. Aktivitas ini menjadi wadah kreatif, kewirausahaan, atau bahkan aktivisme yang tidak bisa dipenuhi oleh pekerjaan utama.

Baca juga: Job Hopping Jadi Strategi Karier Milenial dan Gen Z, Bukan Sekadar Pindah Kerja

Popularitas pekerjaan jarak jauh juga tercermin dalam data LinkedIn pada 2024. Hingga Desember 2023, hanya 10 persen lowongan kerja yang bersifat remote, tetapi posisi tersebut menerima 46 persen dari seluruh lamaran yang masuk.

Manajemen dalam perspektif baru

Ketika Gen Z tetap memasuki posisi manajemen, pendekatan mereka dinilai berbeda. Glassdoor mencatat keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.

Sebanyak 58 persen manajer Gen Z dilaporkan mengurangi intensitas kerja pada musim panas, dibandingkan 39 persen rekan yang lebih tua. Selain itu, 31 persen pekerja mengharapkan jam kerja fleksibel dari manajer Gen Z.

“Gen Z sedang mempertimbangkan kembali apa arti sukses di tempat kerja saat ini,” ujar Zhao dalam laporan tersebut.

Baca juga: Survei Deloitte: Gen Z dan Milenial Ambisius, tapi Tak Lagi Fokus Jadi Bos

“Mereka bukannya menolak ambisi, mereka mengarahkannya ke jalur karier berkelanjutan yang memprioritaskan keamanan finansial dan kepuasan pribadi," imbuhnya.

Ilustrasi bekerja.PEXELS/PAVEL DANILYUK Ilustrasi bekerja.

Dalam percakapannya dengan Fortune, Zhao menyebut terdapat banyak bukti bahwa pekerja merasa cemas, terlalu banyak bekerja, dan mengalami burnout.

"Ini bukan karena malas," tuturnya.

Data yang ada menunjukkan Gen Z mengambil langkah rasional terhadap pasar kerja yang dianggap tidak selalu memberi imbalan setimpal.

Baca juga: Survei Deloitte: Sukses Karier bagi Gen Z dan Milenial Bukan Naik Jabatan

"Ini bukan karena pekerja tidak kapabel. Ini karena dalam kondisi seperti ini, banyak pekerja merasa tidak dihargai untuk level upaya dan performa yang mereka berikan," terang Zhao.

Temuan Glassdoor menilai kritik terhadap Gen Z sebagai generasi malas atau terlalu menuntut tidak sepenuhnya menggambarkan realitas. Generasi ini disebut menetapkan batasan, mendiversifikasi portofolio profesional, dan menempatkan kesehatan mental di atas dorongan kenaikan jabatan tanpa henti.

Mereka juga memandang kecerdasan buatan (AI) sebagai peluang sekaligus ancaman, serta beradaptasi dengan perubahan cepat secara lincah dan skeptis.

Glassdoor menulis, tren “career minimalism” bukan tentang bekerja lebih sedikit, namun tentang di mana pekerja menginvestasikan energi. 

Baca juga: Survei: Milenial dan Gen Z Stres di Tempat Kerja, Tekanan Finansial Pemicunya

Pendekatan ini dinilai sebagai gambaran masa depan dunia kerja yang lebih luas.

Masa depan dunia kerja

Pendekatan Gen Z menawarkan jawaban berbeda atas pertanyaan tentang cara terbaik membangun karier.

Formula yang terlihat sederhana, pekerjaan stabil untuk keamanan finansial, side hustle untuk passion, serta batasan tegas demi keberlanjutan, mengubah definisi sukses profesional.

Dalam lanskap kerja yang terus berubah, munculnya career minimalism yang dipengaruhi nilai-nilai Gen Z berpotensi membentuk ulang cara orang mendefinisikan kesuksesan dan merasakan kepuasan.

Baca juga: 57 Persen Gen Z Pilih Side Hustle, Tak Lagi Kejar Jabatan Tinggi

Profesionalisme tidak lagi identik dengan ambisi tanpa batas menuju puncak struktur organisasi, melainkan kemampuan menyeimbangkan stabilitas, fleksibilitas, dan pemenuhan diri di luar kantor.

Data dan temuan tersebut menunjukkan bahwa pergeseran ini bukan semata-mata soal penolakan terhadap kerja keras, melainkan penyesuaian terhadap realitas pasar kerja yang dinilai semakin kompleks dan dinamis.

Tag:  #survei #glassdoor #persen #tertarik #jadi #manajer

KOMENTAR