Semarak Bazar Bilebante Gairahkan Ekonomi Desa, 40 UMKM Terlibat
– Sebanyak 40 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam Semarak Bazar Ramadan di Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (15/2/2026).
Gelaran tersebut merupakan salah satu upaya konkret mendorong perputaran ekonomi desa serta memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.
Bazar yang digelar oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) bersama Inotek dan mitra lokal tersebut berlangsung di lahan pasar tematik milik pemerintah desa yang berada di tepi jalan raya.
Lokasi yang strategis memudahkan warga untuk membeli aneka takjil dan kebutuhan berbuka puasa.
Beragam kuliner khas Suku Sasak dijajakan, mulai dari jamu mule gati, bakso rumput laut, sate jamur, nasi ebatan, sate pusut, hingga ayam rangkat khas Bilebante.
Baca juga: Perkuat Ekonomi Rakyat, Sampoerna Serap 90.000 Tenaga Kerja dan Digitalisasi UMKM
Kehadiran produk lokal ini pun turut memperkuat identitas desa wisata yang selama ini dikenal dengan potensi budaya dan kulinernya.
Salah satu daya tarik unik bazar ini adalah sistem transaksi yang menggunakan mata uang koin kayu bernama kepeng. Pengunjung harus menukarkan uang tunai dengan kepeng sebelum berbelanja.
Skema tersebut memudahkan panitia dalam memantau omzet penjualan setiap pelaku UMKM serta memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Istri Gubernur NTB yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Shinta Agathia Soedjoko mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk mendukung pelaku usaha lokal.
“Selain memudahkan masyarakat yang di rumah, bazar ini juga membantu pelaku UMKM di sini sehingga dapat mendorong perekonomian agar lebih baik lagi,” ujar Shinta dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Sampoerna Jaga Kepemimpinan Pasar lewat Inovasi dan Ketangguhan Bisnis 112 Tahun
Melalui program Semarak Bazar Ramadan, sekitar 40 UMKM di Desa Bilebante serta desa sekitar, seperti Lendang Are dan Ungge, mendapatkan pendampingan langsung.
Ragam program kolaborasi
Penanggung jawab Semarak Bazar Ramadan, Triyanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberdayakan UMKM binaan dari berbagai sektor, mulai dari makanan, kerajinan tangan, hingga jasa pijat kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan profesional.
“Bazar ini ada karena melihat potensi lokal di sini bagus dan juga Bilebante ini sebagai desa wisata. Jadi, bagaimana agar UMKM lokal bisa maju, salah satunya melalui bazar ini,” kata Triyanto.
Untuk diketahui, bazar tersebut tidak hanya berorientasi pada penjualan jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari strategi pemberdayaan UMKM desa wisata secara berkelanjutan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, pelatihan keterampilan, hingga penyediaan wadah pemasaran.
Salah satu inisiatifnya adalah program Collaborator Hub yang diinisiasi SETC melalui Koperasi Wanita Putri Rinjani yang dipimpin Hj Zaenab.
Baca juga: Kinerja Kuartal III 2025 Bank Sampoerna Ditopang Kredit UMKM
Melalui program tersebut, sekitar 40 UMKM di Desa Bilebante serta desa sekitar, seperti Lendang Are dan Ungge, mendapatkan pendampingan langsung.
Sejak 2023, para pelaku usaha memperoleh pelatihan teknis dan digital untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar.
Pelatihan yang diberikan antara lain adalah foto produk guna meningkatkan daya tarik visual, pelatihan menjahit dan pembuatan pola, serta digital marketing agar UMKM mampu memasarkan produknya secara daring.
Upaya tersebut diharapkan dapat menyinergikan potensi pariwisata lokal dengan pemanfaatan teknologi digital.
Peningkatan kapasitas juga menyentuh sektor jasa. Terapis urut lokal yang sebelumnya menjalankan praktik secara tradisional kini mendapatkan pelatihan dengan standar pariwisata (tourism standard). Dengan demikian, mereka jadi lebih profesional dalam melayani tamu hotel ataupun wisatawan.
Baca juga: HM Sampoerna Borong Patriot Bond Danantara Rp 500 Miliar
Selain pembinaan, bazar tematik seperti ini menjadi ruang bagi UMKM untuk menjual produk makanan, minuman, hingga kerajinan tangan (craft). Kehadiran pasar alternatif ini penting agar pelaku usaha tidak hanya bergantung pada kunjungan wisata musiman.
Inisiatif tersebut juga berdampak pada optimalisasi aset desa. Lahan yang sebelumnya terbengkalai selama sekitar lima tahun kini kembali aktif sebagai pusat kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
Dengan demikian, manfaat yang dirasakan tidak hanya oleh pelaku UMKM, tetapi juga pemerintah desa dan warga sekitar.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Ahmad Nur Aulia mengapresiasi sinergi antara SETC dan mitra lokal dalam memperkuat ekosistem usaha desa wisata. Ia menilai, kegiatan ini menjadi contoh bahwa pemberdayaan UMKM dapat dikemas secara terintegrasi.
“Tadi kami lihat bagaimana proses menumbuhkan trust kepada pengunjung melalui pembelanjaan cashless,” ujar Ahmad.
Baca juga: SRC Sampoerna Naungi 250.000 Warung Kelontong, Omzet Rp236 T Per Tahun
Ahmad berharap, pola pemberdayaan serupa dapat direplikasi di 1.166 desa dan kelurahan seluruh NTB agar pergerakan ekonomi di tingkat akar rumput semakin meluas.
“(Program bazar) ini (merupakan) pembelajaran yang sangat luar biasa (tentang) bagaimana membentuk ekosistem dari tata kelola pemberdayaan UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” katanya.
Tag: #semarak #bazar #bilebante #gairahkan #ekonomi #desa #umkm #terlibat