Perempuan Tani dan Tantangan Produktivitas Pangan
Komunitas Perempuan Tani Syngenta Raih Impian (PUTRI) Petani MAJU. (DOK. SYNGENTA)
14:04
24 Februari 2026

Perempuan Tani dan Tantangan Produktivitas Pangan

– Peran perempuan dalam sektor pertanian kembali menjadi sorotan seiring peluncuran komunitas Perempuan Tani Syngenta Raih Impian (PUTRI) Petani MAJU di Batang, Jawa Tengah, 10 Februari 2026.

Inisiatif ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas petani perempuan bukan sekadar isu kesetaraan, melainkan terkait langsung dengan produktivitas dan daya saing pangan nasional.

Peluncuran komunitas yang dihadiri sekitar 450 petani perempuan, perwakilan pemerintah daerah, manajemen Syngenta Indonesia, serta Presiden Syngenta Crop Protection Steve Hawkins itu menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam rantai nilai pertanian, dari budidaya hingga pengolahan hasil.

Baca juga: Cerita Petani Sawit, Boncos Panen gara-gara Tertipu Bibit Abal-abal

Akses Terbatas, Produktivitas Tertahan

“Peningkatan kapasitas petani perempuan berpengaruh langsung pada produktivitas dan daya saing pertanian,” ujar Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, dalam siaran pers, Selasa (24/2/2026).

Data 2025 menunjukkan jumlah petani perempuan di Indonesia mencapai sekitar 4,2 juta orang. Mereka terlibat hampir di seluruh tahapan produksi. Namun, sebagian besar masih menghadapi keterbatasan akses terhadap input produksi, teknologi, pembiayaan, pengetahuan, dan pasar.

Keterbatasan tersebut berdampak langsung pada hasil panen. Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan produksi dapat meningkat hingga 30 persen apabila petani perempuan memperoleh akses setara terhadap sumber daya dan teknologi pertanian.

Kenaikan ini dinilai krusial untuk memperkuat pasokan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas sektor pertanian.

Selain akses, kesenjangan upah juga masih menjadi persoalan. Di sejumlah daerah, buruh tani perempuan menerima bayaran lebih rendah dibandingkan laki-laki untuk jenis pekerjaan dan jam kerja yang sama. Ketimpangan ini berimplikasi pada tingkat kesejahteraan dan keberlanjutan usaha tani mereka.

Baca juga: Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

Momentum Global dan Strategi Industri

Pembentukan PUTRI Petani MAJU bertepatan dengan penetapan 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan oleh FAO. Momentum global ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap peran perempuan sebagai aktor ekonomi dalam sistem pangan dan pertanian.

Dari perspektif industri, penguatan komunitas dinilai sejalan dengan kebutuhan peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha tani. Syngenta Indonesia memposisikan petani perempuan sebagai bagian integral dalam strategi penguatan usaha tani berkelanjutan.

Melalui konsolidasi dalam komunitas, perusahaan berharap peningkatan kapasitas dapat mendorong produktivitas dan efisiensi, sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian nasional dalam jangka panjang.

Baca juga: Penertiban Sawit Harus Hati-Hati, Pakar Ingatkan Risiko Investasi dan Nasib 10 Juta Petani

Tag:  #perempuan #tani #tantangan #produktivitas #pangan

KOMENTAR