Saat Perbaikan Rumah Mengembalikan Rasa Aman Warga Seruyan...
Warga Desa Jahitan menempati kembali rumah yang telah diperbaiki melalui program renovasi hunian.(DOK. TAPG)
08:32
24 Februari 2026

Saat Perbaikan Rumah Mengembalikan Rasa Aman Warga Seruyan...

— Rasa tenang perlahan kembali dirasakan warga di Desa Jahitan, Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah, setelah sejumlah rumah yang sempat rusak akibat cuaca ekstrem mulai diperbaiki.

Bagi sebagian keluarga, perubahan pada hunian bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga menghadirkan kembali rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

Mujianto menjadi salah satu warga yang merasakan perubahan tersebut. Ia sebelumnya harus menghadapi kenyataan pahit ketika rumahnya porak-poranda akibat angin kencang yang melanda wilayah itu pada 2024.

Kerusakan parah membuat sebagian struktur bangunan nyaris ambruk, sementara kemampuan ekonomi keluarga belum memungkinkan untuk melakukan renovasi besar.

“Atapnya terangkat, dindingnya retak. Setengah rumah ini hancur,” kenangnya.

Baca juga: Hunian Berbasis Gaya Hidup Sehat Diprediksi Makin Diminati 2026

Dalam kondisi terbatas, Mujianto tetap bertahan di rumah tersebut. Setiap hujan turun atau angin kembali berembus, kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga muncul.

Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung justru menyisakan rasa waswas yang berkepanjangan.

Perubahan mulai terasa ketika bantuan perbaikan hunian hadir melalui program Pondasi (Program Renovasi dan Sanitasi) yang dijalankan PT Triputra Agro Persada Tbk (IDX: TAPG) atau TAP di sekitar wilayah operasionalnya, termasuk melalui anak usaha PT Gawi Bahandep Sawit Mekar.

Baca juga: Pasokan Bata Presisi Dikirim untuk Huntap Korban Banjir Padang

Perbaikan hunian menghadirkan ruang hidup yang lebih aman

Mujianto mengatakan, setelah proses renovasi selesai, kondisi rumahnya berubah signifikan. Struktur bangunan menjadi lebih kokoh sehingga keluarga dapat kembali menjalani aktivitas tanpa dihantui kecemasan.

“Sekarang rumah sudah diperbaiki, jadi bisa hidup lebih tenang dan layak lagi,” ujar Mujianto.

Pengalaman serupa dirasakan Aidiy, warga Desa Jahitan lainnya. Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumahnya sering kali bocor saat hujan sehingga aktivitas anak-anak terganggu, terutama ketika belajar di dalam rumah.

“Kalau hujan turun, air masuk ke dalam rumah. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar,” katanya.

Setelah perbaikan dilakukan, Aidiy merasakan perubahan pada kualitas hunian. Atap yang lebih kuat dan ruangan yang lebih nyaman membuat kegiatan keluarga berjalan normal kembali tanpa kekhawatiran akan kebocoran atau rembesan air.

Program Pondasi sendiri merupakan bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri yang dijalankan perusahaan di wilayah operasional anak usaha.

Program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terkait hunian aman, layak, dan sehat sebagai fondasi kehidupan keluarga yang lebih produktif.

Baca juga: Nindya Karya Bangun Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Tapsel

Pendekatan kolaboratif untuk memastikan bantuan tepat sasaran

Secara bertahap, program Pondasi TAP yang digelar sejak Juli 2025 telah memperbaiki 189 rumah dari target 303 rumah. Kegiatan ini berlangsung di sejumlah wilayah operasional perusahaan di Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan setempat.

Identifikasi penerima manfaat dilakukan bersama pemerintah desa agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan. Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai membantu memastikan proses renovasi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Risnawati, warga Desa Jahitan, turut merasakan dampak dari program tersebut, terutama pada bagian dapur rumahnya. Sebelum renovasi, area memasak dinilai kurang aman karena lantai licin dan sering tergenang air sehingga meningkatkan risiko terpeleset.

“Dulu kalau memasak sering khawatir terpeleset, lantainya licin dan air mudah menggenang,” tuturnya.

Baca juga: Pascabanjir Sumatera, Brantas Abipraya Targetkan 500 Hunian Sementara Rampung Tahun Ini

Kini kondisi dapur berubah menjadi lebih rapi dan bersih. Perbaikan sirkulasi udara serta lantai yang lebih aman membuat aktivitas memasak menjadi lebih nyaman bagi keluarga.

“Sekarang memasak jadi lebih aman dan keluarga juga merasa lebih sehat,” ungkapnya.

Perubahan pada ruang dapur tersebut membawa dampak yang lebih luas bagi kehidupan keluarga Risnawati. Aktivitas memasak tidak lagi dibayangi kekhawatiran, sementara rumah kembali menjadi ruang berkumpul yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

Di berbagai wilayah, persoalan hunian layak memang kerap menjadi tantangan yang tidak selalu terlihat. Padahal, kualitas tempat tinggal memiliki peran penting dalam menunjang kesehatan, keselamatan, serta produktivitas keluarga.

Bagi Mujianto dan warga lainnya, perbaikan rumah mungkin tampak sederhana, mulai dari dinding yang lebih kokoh, atap yang tidak lagi bocor, hingga dapur yang lebih aman digunakan. Namun dari perubahan tersebut tumbuh kembali rasa tenang, kebersamaan keluarga, serta harapan untuk menjalani hari esok dengan kondisi hidup yang lebih baik.

Baca juga: BTN-PPATK Renovasi Rumah Warga, Tekankan Hunian Layak dan Integritas Keuangan

Tag:  #saat #perbaikan #rumah #mengembalikan #rasa #aman #warga #seruyan

KOMENTAR