Pemerintah Bakal Setop Ekspor Timah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengkaji penghentian ekspor timah. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat industri dalam negeri.
Ia menilai ekspor bahan mentah perlu diganti dengan produk hasil hilirisasi.
"Tahun lalu, kita melarang ekspor bauksit. Dan, tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah," katanya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Bahlil Wajibkan BBM Campur Etanol 20 Persen pada 2028 untuk Tekan Impor Bensin
Program hilirisasi masuk prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyebut kebijakan ini sebagai pendorong transformasi ekonomi.
"Hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Ia mencontohkan kebijakan larangan ekspor bijih nikel pada 2018 hingga 2019. Nilai ekspor nikel meningkat tajam setelah kebijakan tersebut diterapkan.
"Total ekspor nikel kita tahun 2018-2019 itu hanya 3,3 miliar dolar AS. Dan kemudian begitu kita melarang ekspor, di 2024 itu total ekspor kita sudah mencapai 34 miliar dolar AS atau 10 kali lipat hanya dalam waktu 5 tahun. Inilah kemudian yang menjadi dorongan pertumbuhan ekonomi yang merata, menciptakan lapangan kerja," ujar Bahlil.
Ia menegaskan ekspor bahan mentah tidak lagi menjadi pilihan.
"Tidak boleh lagi kita ekspor barang mentah. Silakan teman-teman membangun investasi hilirisasi di dalam negeri," sambung Bahlil saat berbicara dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Tambang Timah Longsor di Bangka Tewaskan 6 Pekerja, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Pemeriksa
Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan 18 proyek hilirisasi sebagai prioritas nasional pada 2026 dengan nilai investasi Rp 618 triliun. Proyek tersebut mencakup hilirisasi bauksit, nikel, gasifikasi batu bara, dan kilang minyak.
Produk hilirisasi ditargetkan menggantikan barang impor.
Bahlil mengajak investor nasional dan perbankan terlibat dalam pembiayaan proyek tersebut.
"Semua produknya adalah untuk melahirkan substitusi impor. Ini captive market dalam negeri. Nah ini kesempatan perbankan untuk membiayai. Jangan sampai kalian tidak biayai lagi, nanti dikira hilirisasi itu hanya nilai tambahnya dikuasai oleh teman-teman kita dari luar negeri," sebutnya.
Program hilirisasi hingga 2040 diproyeksikan menarik investasi 618 miliar dolar AS. Sekitar 498,4 miliar dolar AS berasal dari subsektor mineral dan batu bara, sedangkan 68,3 miliar dolar AS dari minyak dan gas bumi.
Hilirisasi juga diperkirakan menghasilkan ekspor 857,9 miliar dolar AS, kontribusi terhadap produk domestik bruto 235,9 miliar dolar AS, serta menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja.
Tag: #pemerintah #bakal #setop #ekspor #timah