Harga Bitcoin Rebound ke 69.786 Dollar AS, Naik 1,25 Persen
Grafik pergerakan harga BTC dalam 24 jam (KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI COINMARKETCAP )
07:32
15 Februari 2026

Harga Bitcoin Rebound ke 69.786 Dollar AS, Naik 1,25 Persen

Harga Bitcoin (BTC) rebound dalam perdagangan 24 jam terakhir, setelah terkoreksi sejak beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data CoinMarketCap Minggu (15/2/2026) pukul 06.34 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level 69.786,14 dollar AS atau menguat 1,25 persen.

Namun dalam horizon waktu yang lebih panjang, tekanan masih terlihat cukup dalam. Untuk 30 hari terakhir harga terkoreksi 26,91 persen, 90 hari turun 25,96 persen, dan secara year to date (YTD) melemah 21,37 persen.

Baca juga: Jumlah Investor Kripto RI 20,19 Juta, INDODAX Catat Transaksi Rp 201 Triliun

Volume transaksi BTC menyentuh 35,72 miliar dollar AS. Suplai yang beredar saat ini di kisaran 19,98 juta BTC dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Bitcoin juga masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa 58,10 persen.

Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin menyentuh 1,39 triliun dollar AS, dengan kapitalisasi terdilusi penuh mencapai 1,46 triliun dollar AS.

Sejumlah aset kripto besar lainnya mencatat pergerakan variatif. Ethereum (ETH) diperdagangkan di 2.087,99 dollar AS dan naik 1,82 persen. XRP menguat 7,42 persen ke posisi 1,507 dollar AS. Binance Coin (BNB) naik 1,98 persen menjadi 632,18 dollar AS, Solana (SOL) melonjak 4,76 persen ke 88,33 dollar AS.

Dogecoin (DOGE) mencatat penguatan paling agresif di jajaran 10 besar dengan kenaikan 14,64 persen ke level 0,1108 dollar AS. Cardano (ADA) menguat 8,58 persen ke 0,2953 dollar AS.

Sebaliknya, Bitcoin Cash (BCH) terkoreksi tipis 0,56 persen ke 562,93 dollar AS. Stablecoin seperti USDT dan USDC relatif stabil di sekitar 1 dollar AS.

Untuk diketahui bank global Standard Chartered kembali memangkas proyeksi harga Bitcoin untuk kedua kalinya kurang dari tiga bulan. Dalam laporan terbarunya, bank tersebut memperingatkan bahwa harga Bitcoin berpotensi turun hingga menyentuh level 50.000 dollar AS sebelum kembali pulih.

Baca juga: Pasar Kripto Bergejolak, Harga Bitcoin Terkoreksi ke 66.000 Dollar AS

Mengutip Bloomberg, Standard Chartered memperkirakan BTC akan menutup tahun 2026 di harga 100.000 dollar AS, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 150.000 dollar AS. Bahkan pada Desember lalu, bank tersebut telah lebih dulu memangkas target dari 300.000 dollar AS.

Revisi proyeksi ini dilakukan setelah periode gejolak panjang di pasar aset digital. Sejak kolaps pasar pada Oktober, Bitcoin masih kesulitan bangkit di tengah volatilitas yang berulang, serta perubahan selera risiko investor. Pada perdagangan Kamis pagi waktu New York, Bitcoin diperdagangkan relatif stagnan di kisaran 67.939 dollar AS.

Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, menyebut pihaknya memperkirakan masih ada potensi kapitulasi harga dalam beberapa bulan ke depan. Tekanan tersebut dipicu arus keluar dana dari produk exchange-traded fund (ETF) serta melemahnya kondisi makroekonomi.

Kendrick mencatat kepemilikan Bitcoin dalam ETF telah menyusut hampir 100.000 koin sejak puncaknya pada 10 Oktober. Rata-rata investor ETF saat ini berada dalam posisi rugi, dengan harga masuk sekitar 90.000 dollar AS.

Dari sisi makro, Standard Chartered juga menilai lanskap risiko semakin menantang. Meski ekonomi Amerika Serikat mulai melambat, pasar memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga tambahan hingga Kevin Warsh resmi menjabat sebagai Ketua The Fed pada akhir tahun ini. Kondisi tersebut berpotensi menahan arus dana baru ke aset kripto dalam beberapa bulan mendatang.

Sejak aksi jual 10 Oktober, investor telah menarik hampir 8 miliar dollar AS dari ETF spot Bitcoin yang tercatat di Amerika Serikat, berdasarkan data Bloomberg.

Tak hanya Bitcoin, proyeksi Ether juga direvisi turun. Standard Chartered memangkas target harga akhir 2026 menjadi 4.000 dollar AS dari sebelumnya 7.500 dollar AS. Saat ini Ether diperdagangkan di bawah 2.000 dollar AS, dan diperkirakan berpotensi turun hingga 1.400 dollar AS sebelum kembali rebound pada paruh kedua tahun ini.

Secara historis, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 40 persen dari puncaknya pada Oktober yang mendekati 127.000 dollar AS.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global telah menyusut hampir 2 triliun dollar AS dalam periode yang sama, menurut data CoinGecko. Aset yang sebelumnya dijuluki sebagai “emas digital” itu kini bahkan tertinggal dari indeks saham utama seperti Nasdaq dan S&P 500.

Meski demikian, Kendrick menilai penurunan kali ini relatif lebih tertib dibandingkan siklus krisis sebelumnya. Tidak ada platform aset digital besar yang kolaps, sehingga pasar dinilai menunjukkan tanda-tanda “kedewasaan” yang semakin kuat.

Tag:  #harga #bitcoin #rebound #69786 #dollar #naik #persen

KOMENTAR