BTN Kantongi Laba Bersih Rp 3 Triliun pada 2025, Ini Penopangnya
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
19:32
9 Februari 2026

BTN Kantongi Laba Bersih Rp 3 Triliun pada 2025, Ini Penopangnya

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 3,5 triliun sepanjang 2025.

Capaian tersebut tumbuh 16,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih 2024 yang sebesar Rp 3 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, peningkatan laba bersih perseroan terutama didorong oleh kenaikan pendapatan bunga yang mencapai 23 persen (yoy) menjadi Rp 36,3 triliun hingga akhir 2025, dari sebelumnya Rp 29,6 triliun pada 2024.

"Kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin," ujar Nixon dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Efek Bullion Bank, Nasabah dan Laba BSI Sama-Sama Melonjak

Di sisi lain, beban bunga BTN tercatat relatif stabil dengan kenaikan sangat terbatas sebesar 0,4 persen (yoy) menjadi Rp 17,9 triliun pada akhir 2025.

Dengan pertumbuhan pendapatan bunga yang signifikan dan beban bunga yang terkendali, BTN membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 18,4 triliun, melonjak 57,5 persen (yoy) dibandingkan Rp 11,7 triliun pada 2024.

Nixon menuturkan, perseroan juga konsisten dalam memperoleh sumber pendanaan dengan biaya yang lebih efisien.

"Hal ini berbuah pada peningkatan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, naik 133 basis poin dari tahun sebelumnya yang sebesar 2,9 persen," kata Nixon.

Pada periode yang sama, BTN membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp 527,8 triliun sepanjang 2025, tumbuh 12,4 persen (yoy), seiring dengan ekspansi kredit dan peningkatan dana pihak ketiga (DPK).

Dari sisi intermediasi, BTN mencatatkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar 11,9 persen (yoy) menjadi Rp 400,6 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan Rp 358,9 triliun pada 2024.

Mayoritas penyaluran kredit tersebut masih difokuskan pada sektor perumahan.

Penyaluran kredit perumahan BTN tercatat mencapai Rp 328,4 triliun per Desember 2025, tumbuh 7,5 persen (yoy) dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 305,6 triliun.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan mandat BTN sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan nasional.

Pertumbuhan bisnis juga diiringi dengan perbaikan kualitas aset.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross BTN menurun menjadi 3,1 persen pada akhir 2025, dibandingkan 3,2 persen pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian BTN tumbuh 14,6 persen (yoy) menjadi Rp 437,4 triliun hingga akhir 2025, dari Rp 381,7 triliun pada 2024.

Menurutnya, pertumbuhan DPK yang solid tersebut salah satunya didorong oleh peningkatan transaksi digital.

BTN mencatat jumlah pengguna superapp Bale by BTN tumbuh pesat sebesar 66,1 persen (yoy) menjadi 3,7 juta pengguna hingga akhir 2025, dari 2,2 juta pengguna pada 2024.

Seiring dengan itu, jumlah transaksi Bale melonjak 79,2 persen yoy menjadi 2,2 miliar transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp 103,6 triliun atau naik 27,7 persen (yoy).

Saldo pengguna Bale by BTN juga terus meningkat dengan kontribusi sebesar Rp 22,8 triliun terhadap total DPK BTN pada akhir 2025, tumbuh 15,3 persen (yoy) dari Rp 19,7 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Bank Mandiri Cetak Laba Rp 56,3 Triliun Sepanjang 2025

Tag:  #kantongi #laba #bersih #triliun #pada #2025 #penopangnya

KOMENTAR