Bos Danantara Sebut Prabowo Sudah Tahu Rencana Demutualisasi BEI
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Demutualisasi bakal mengubah struktur kepemilikan dan pengelolaan BEI yang sedianya dimiliki anggota bursa (AB) menjadi perusahaan berbadan hukum dengan orientasi korporasi.
Pandu mengatakan, pemerintah tentunya mengetahui rencana transformasi salah satu badan self regulatory organization (SRO) di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca juga: Demutualisasi Bursa Tinggal Selangkah Lagi, OJK Tunggu PP Terbit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) “Semua sudah tahu semua. Karena menurut saya enggak mungkin kita keluarin satu ide di mana dari sisi pemerintah enggak tahu,” kata Pandu saat ditemui di acara Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, sejumlah negara maju telah melakukan demutualisasi bursa efek mereka.
Kebijakan itu dinilai terbukti bisa membuat kondisi pasar modal menjadi lebih baik.
“Jadi ini bagian yang natural untuk kita menjadi institusi yang jauh lebih besar,” tutur Pandu.
Baca juga: Demutualisasi Bursa: Reformasi Sebelum Kepercayaan Pergi
Dalam forum IES, Pandu mengungkapkan sejumlah negara yang telah menerapkan kebijakan demutualisasi pasar modal.
Australian Stock Exchange misalnya, melakukan demutalisasi pada Oktober 1998.
Kemudian, NSE di India melalui demutualisasi pada November 1992, TSX di Kanada pada November 2000, Singapore Exchange pada Desember 1999, Hong Kong Stock Exchange pada Maret 2000.
Lalu Deutsche Borse di Jerman pada Agustus 2007. Bursa Malaysia pada Januari 2004, Swiss Six pada Mei 2007, dan BSE di India pada Mei 2007.
Baca juga: Demutualisasi BEI Harus Utamakan Kepentingan Nasional dan Investor Ritel
Ilustrasi saham.
Meski demikian, Pandu enggan mengonfirmasi apakah Prabowo menyetujui aksi demutualisasi itu.
“Tanya langsung ke sana (Istana), jangan tanya ke saya. Kita kan ngikut saja,” ujar Pandu terkekeh.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan melakukan demutualisasi BEI setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia ambruk pada 28-29 Januari kemarin.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan, melalui demutualisasi, keanggotaan dan kepemilikan yang selama ini masih menyatu dan diamoniasi perusahaan sekuritas akan dipisahkan.
Baca juga: Bos Danantara Sebut Asing Berpeluang Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi
Nantinya, BEI tidak lagi hanya dimiliki perusahaan efek namun bersifat terbuka termasuk bagi investor asing.
"Jadi memang dipisahkan antara anggota dan kepemilikan. Karena sekarang kan anggota dan kepemilikan itu gabung, dimiliki oleh sebagian besar sekuritas-sekuritas. Nah oleh sebab itu ini dibuka untuk supaya lebih baik dan lebih transparan," ujarnya ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Tag: #danantara #sebut #prabowo #sudah #tahu #rencana #demutualisasi