Bitcoin Tergelincir 3,15 Persen, Pasar Kripto Kembali Dilanda Tekanan
ilustrasi kripto.(canva.com)
09:48
4 Februari 2026

Bitcoin Tergelincir 3,15 Persen, Pasar Kripto Kembali Dilanda Tekanan

Harga Bitcoin (BTC) anjlok 3,16 persen ke level 76.328,63 dollar Amerika Serikat (AS) dalam 24 jam terakhir. Hal serupa juga dialami aset kripto lainnya.

Berdasarkan data CoinMarketCap Rabu (4/2/2026), tekanan pada Bitcoin terlihat lebih dalam dengan koreksi 14,44 persen dalam sepekan.

Sementara untuk 30 hari terakhir penurunan mencapai 17,83 persen.

Adapun kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran 1,52 triliun dollar AS, dengan volume transaksi 24 jam mencapai 68,63 miliar dollar AS.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun ke Level Terendah 16 Bulan, Ini Penyebabnya

Tekanan juga menjalar ke aset kripto berkapitalisasi besar lainnya.

Ethereum (ETH) diperdagangkan di level 2.266,77 dollar AS, melemah 3,49 persen.

BNB turun 1,59 persen ke 759,31 dollar AS, sementara XRP melemah 1,34 persen ke 1,591 dollar AS.

Kemudian, Solana (SOL) menjadi salah satu yang terkoreksi paling dalam dengan penurunan 4,49 persen ke level 99,21 dollar AS.

Di sisi lain, aset kripto berbasis stablecoin relatif bergerak stabil.

USDT berada di 0,9985 dollar AS dan USDC di 0,9996 dollar AS.

Di luar mayoritas aset yang melemah, terdapat beberapa pengecualian.

TRX mencatatkan penguatan 1,27 persen ke posisi 0,2866 dollar AS, sementara Bitcoin Cash (BCH) naik 0,39 persen ke 536,03 dollar AS.

LEO bahkan melonjak 3,22 persen ke 8,848 dollar AS.

Harga Bitcoin merosot ke level terendah

Harga Bitcoin merosot ke level terendah sejak Donald Trump kembali menduduki Gedung Putih lebih dari setahun lalu.

Pelemahan ini sekaligus menghapus seluruh kenaikan yang sempat dicatat aset kripto acuan tersebut sejak kemenangan presiden AS yang dikenal ramah terhadap industri kripto itu dalam pemilu.

Mengutip Bloomberg, sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung hampir empat bulan.

Harganya sempat jatuh ke bawah 74.424,95 dollar AS, yang menjadi level terendah sepanjang 2025.

Level tersebut terakhir kali terlihat pada 7 April, setelah rencana awal kebijakan tarif Trump mengguncang pasar keuangan global.

“Banyak trader sebelumnya mencoba membeli saat harga turun dengan harapan Bitcoin bisa memantul kembali ke atas 80.000 dollar AS,” ujar Bohan Jiang, senior derivatives trader di FalconX.

Namun, seiring harga Bitcoin terus melemah, posisi-posisi tersebut justru dilikuidasi, sehingga menambah tekanan terhadap harga.

Pada perdagangan Selasa waktu New York, Bitcoin sempat anjlok hingga 7 persen ke posisi 72.877 dollar AS, yang merupakan posisi terendah sejak 6 November 2024. Meski sempat pulih.

Penurunan ini terjadi meskipun pemerintahan AS kini lebih pro-kripto dan adopsi institusional terus meningkat.

Sejak mencetak rekor tertinggi pada awal Oktober lalu, harga Bitcoin telah terpangkas sekitar 40 persen.

Aksi jual besar-besaran ini tidak lepas dari gelombang likuidasi hebat yang terjadi pada 10 Oktober, setelah pernyataan tambahan Trump terkait tarif kembali memicu gejolak pasar.

Saat itu, sekitar 19 miliar dollar AS, posisi spekulatif berbasis leverage di pasar kripto terhapus, dan hingga kini, pasar kripto secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih dari tekanan tersebut.

Tag:  #bitcoin #tergelincir #persen #pasar #kripto #kembali #dilanda #tekanan

KOMENTAR