Integrated Terminal Balongan Jadi Penyangga Distribusi BBM Jawa Barat
Integrated Terminal Balongan Indramayu (Dokumentasi Pertamina)
08:40
31 Januari 2026

Integrated Terminal Balongan Jadi Penyangga Distribusi BBM Jawa Barat

Integrated Terminal Balongan menjadi salah satu simpul utama distribusi bahan bakar minyak di wilayah Ciayumajakuning.

Fasilitas ini beroperasi penuh selama 24 jam untuk menjaga pasokan energi ke Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Superintendent Fuel RSD IT Balongan PT Pertamina Patra Niaga Firman Nugroho mengatakan operasional terminal berjalan tanpa henti. Pola kerja tersebut diterapkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi setiap hari.

Produk yang disalurkan mencakup Pertalite, Pertamax, Biosolar, Pertamax Turbo, hingga avtur. Seluruh distribusi dilakukan menggunakan armada mobil tangki yang mengambil muatan langsung dari terminal.

“Aktivitas kami berjalan 24 jam. Penyaluran biasanya dimulai pukul 02.00 dini hari dan maksimal hingga pukul 23.00 malam,” ujar Firman di Integrated Terminal Balongan, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Dari Indramayu, Energi Balongan Mengalir ke Timur Indonesia

Setiap hari, sekitar 69 unit mobil tangki melakukan pengisian di fasilitas ini. Rata-rata volume penyaluran seluruh produk mencapai 2.500 kiloliter per hari.

Pada kondisi tertentu, terutama saat permintaan meningkat, kapasitas penyaluran pernah menembus lebih dari 3.100 kiloliter per hari. Lonjakan tersebut biasanya terjadi menjelang periode konsumsi tinggi.

Jangkauan distribusi IT Balongan melampaui wilayah Ciayumajakuning. Terminal ini mampu menjangkau sisi timur Cikampek, wilayah barat hingga Tegal, serta kawasan utara Tasikmalaya.

Fleksibilitas tersebut membuat IT Balongan berfungsi sebagai penyangga pasokan regional. Peran ini penting saat wilayah sekitar mengalami gangguan distribusi atau kondisi darurat.

Menjelang periode rawan lonjakan konsumsi, seperti libur panjang dan Idul Fitri, manajemen memastikan kesiapan armada dan sarana pendukung. Jadwal pemeliharaan kendaraan dimajukan agar seluruh mobil tangki berada dalam kondisi optimal.

Satuan tugas khusus juga disiagakan untuk menjaga kelancaran distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum. Manajemen menilai potensi kelangkaan relatif kecil karena operasional berjalan penuh dan armada tersedia.

Dari sisi energi baru dan terbarukan, Integrated Terminal Balongan telah menyiapkan fasilitas penyaluran Biosolar B40. Terminal ini juga telah menjalani uji coba komisioning Biosolar B50.

Baca juga: Tak Hanya BBM, Kilang Balongan Jadi Andalan Distribusi Avtur hingga Elpiji

Hasil pengujian menunjukkan sistem pengisian mampu mencapai flow rate sekitar 1.500 liter per menit. Angka tersebut sesuai standar operasional yang ditetapkan.

“Secara fasilitas dan basis sistem, kami sudah siap. Tinggal implementasi kebijakan dari pemerintah. Tidak ada penambahan teknologi besar, hanya penyesuaian kapasitas meter dan pengaturan sistem,” jelas Firman.

Kualitas produk menjadi perhatian utama. Seluruh BBM yang masuk ke terminal wajib melalui uji laboratorium sebelum dinyatakan layak disalurkan.

Proses sampling dan pengujian kembali dilakukan setelah penerimaan produk dan saat pengisian ke mobil tangki. Setiap tahapan tercatat dalam laporan pengujian.

“Hasil pengujian tercatat dalam test report. Jadi, di setiap pergerakan minyak, kualitasnya selalu kami pastikan,” katanya.

Sebagai terminal strategis, Integrated Terminal Balongan juga disiapkan sebagai jalur alternatif darurat atau regional emergency assistance. Fasilitas ini mampu membantu pasokan ke Cikampek, Tasikmalaya, hingga Tegal.

Kolaborasi dengan terminal lain juga disiapkan jika diperlukan tambahan armada atau pengalihan distribusi. Skema tersebut dirancang untuk menjaga keandalan pasokan energi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Tag:  #integrated #terminal #balongan #jadi #penyangga #distribusi #jawa #barat

KOMENTAR