Inovasi Kilang Pertamina Internasional Raih Emas di IPITEX 2026, Dongkrak Efisiensi dan Profit
Kilang Pertamina Internasional (KPI) meraih Gold Medal dalam ajang International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 di Bangkok, Thailand.(Dok. Kilang Pertamina Internasional (KPI))
20:16
23 Januari 2026

Inovasi Kilang Pertamina Internasional Raih Emas di IPITEX 2026, Dongkrak Efisiensi dan Profit

- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) membuka awal 2026 dengan catatan positif di level global.

Melalui inovasi yang dikembangkan di Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai, KPI meraih Gold Medal dalam ajang International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 di Bangkok, Thailand.

Kilang Balikpapan meraih penghargaan lewat inovasi Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications.

Sementara Kilang Dumai mendapat pengakuan melalui inovasi PROLITE: A Precision, Energy-Free Lifting Device to Reduce Mean Time to Repair (MTTR) of Special Purpose Steam Turbine Through a Lightweight, Portable, and Compact Design at Pertamina.

Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengatakan inovasi merupakan sebuah keharusan dan tak bisa dipisahkan dalam dunia energi nasional. Lewat inovasi dapat dihasilkan efisiensi dan peningkatan profit.

"Inovasi tak hanya menjawab tantangan zaman, tapi juga memberikan manfaat untuk semua pihak, termasuk masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, inovasi Boosting Low Sulphur yang dikembangkan Kilang Balikpapan merupakan solusi terhadap permasalahan komponen penyusun avtur atau bahan bakar pesawat terbang.

Inovasi ini berhasil meningkatkan produksi Pertadex tanpa mengorbankan produksi Avtur, serta meminimalisir penggunaan Pertadex untuk media flushing line.

Selain itu, dapat menghasilkan lifting 1.629 ribu barrel, meningkatkan profit perusahaan, serta mempercepat produksi menjadi 7,8 hari, dan mengurangi emisi CO2 1.399 ton per tahun.

Sementara inovasi PROLITE yang dikembangkan Kilang Dumai merupakan sebuah alat yang digunakan pada saat overhaul steam turbine dan dapat mengangkat rotor turbine seberat 3,6 ton dengan ketelitian pengangkatan/presisi senilai 0.007 mm.

Dengan inovasi, PROLITE dapat mengubah gaya rotational menjadi gaya translasional dan mampu mempercepat durasi overhaul tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.

Inovasi ini juga berdimensi lingkungan karena dirancang tanpa menggunakan energi listrik dan mengurangi emisi karbon dengan estimasi hingga 400 kilogram CO2-ekuivalen (CO2e)

“Inovasi-inovasi tersebut merupakan buah dari kerja keras para pekerja KPI. Kami percaya bahwa inovasi adalah kunci untuk meningkatkan daya saing dan mencapai tujuan perusahaan, sekaligus memberikan manfaat untuk semua pihak,” kata Milla.

Menurutnya, inovasi bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang melekat dalam setiap proses bisnis di tubuh KPI.

Sebab dengan pencapaian ini, KPI tidak hanya berperan sebagai pengolah minyak mentah, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam industri energi Indonesia, sekaligus menjadi bukti nyata kemampuan bersaing di panggung dunia.

"Melalui inovasi, kami juga berharap dapat menginspirasi industri lainnya di Indonesia dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ucapnya.

Adapun PITEX 2026 merupakan ajang internasional tahunan yang fokus pada pengembangan kekayaan intelektual, inovasi, dan teknologi. Ajang ini bertujuan mendorong pemanfaatan hasil inovasi agar memiliki nilai tambah ekonomi serta meningkatkan daya saing industri secara berkelanjutan.

Tahun ini, IPITEX diikuti oleh 883 inovator dari 24 negara, diantaranya Kanada, Cina, Kroasia, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kuwait, Laos, Malaysia, Maroko, Filipina, Polandia, Rumania, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, Vietnam, Yaman, Taipei, dan Thailand sebagai tuan rumah.

Tag:  #inovasi #kilang #pertamina #internasional #raih #emas #ipitex #2026 #dongkrak #efisiensi #profit

KOMENTAR