Pemerintah dan Pengusaha Sepakat Tahan Harga Pangan sampai Ramadhan
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah bersama asosiasi pengusaha sepakat menjaga Harga Eceran Tertinggi atau HET pangan hingga akhir Ramadhan pada Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai memimpin Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Kantor Kementerian Pertanian, Kamis (22/1/2026). Rapat itu dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, serta asosiasi pelaku usaha pangan.
“Kesimpulannya adalah kita menjaga HET pangan sekarang sampai bulan Ramadhan sampai selesai,” kata Amran.
Amran menilai tidak ada alasan harga pangan mengalami lonjakan hingga Ramadhan berakhir. Ia menyebut stok Cadangan Beras Pemerintah atau CBP di gudang PT Perum Bulog mencapai 3,3 juta ton per akhir Januari 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode yang sama sepanjang sejarah.
Stok minyak goreng juga disebut masih tersedia sekitar 700.000 kiloliter di Bulog.
“Jadi ini juga tidak ada alasan untuk naik,” ujar Amran.
Selain beras dan minyak goreng, ia memastikan harga dan ketersediaan telur ayam, daging ayam, serta bawang merah berada dalam kondisi aman.
Rapat koordinasi tersebut memutuskan tidak boleh ada pelaku usaha di seluruh Indonesia yang menjual bahan pangan di atas HET. Pemerintah akan menugaskan Satuan Tugas Pangan untuk menindak pelanggaran.
“Enggak ada lagi kesempatan, sudah lama kita imbau-imbau tidak boleh menjual di atas HET,” tegas Amran.
Keputusan tersebut diambil dengan melibatkan asosiasi produsen, pedagang, distributor, hingga perwakilan konsumen.
“HPP-nya kita harus jaga. Supaya apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadhan,” kata Amran.
Stok Beras Awal Tahun
Pemerintah sebelumnya menyatakan Indonesia mencapai swasembada beras pada 2025 setelah tidak melakukan impor beras konsumsi.
Bapanas juga mencatat stok beras nasional pada awal 2026 mencapai 12,529 juta ton.
Jumlah tersebut meningkat 203,05 persen dibanding stok awal 2024.
Stok nasional mencakup CBP sebesar 3,248 juta ton di gudang Bulog, serta cadangan beras di tingkat rumah tangga, produsen, penggilingan, pedagang, hotel, restoran, dan katering.
“Tentu kita patut bersyukur dengan kondisi stok beras secara nasional untuk awal tahun 2026, sangat tinggi dan sangat aman,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026) malam.
Tag: #pemerintah #pengusaha #sepakat #tahan #harga #pangan #sampai #ramadhan