Stok Batu Bara Menipis, Ancaman Listrik Padam Bayangi Sumatera
Pasokan batu bara ke PLTU Bengkulu tersendat. Stok hanya cukup tiga hari dan PLN mengingatkan risiko pemadaman listrik meluas di Sumatera.(DOK. PLN)
14:28
22 Januari 2026

Stok Batu Bara Menipis, Ancaman Listrik Padam Bayangi Sumatera

– Risiko gangguan pasokan listrik kembali membayangi Sumatera setelah stok batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu dilaporkan menipis. PT PLN (Persero) menyebut pasokan batu bara yang tersisa saat ini hanya cukup untuk sekitar tiga hari operasional pembangkit.

Kondisi tersebut terjadi seiring terhentinya distribusi batu bara akibat pembatasan operasional truk pengangkut di wilayah Sumatera Selatan. PLN pun meminta agar akses angkutan batu bara kembali dibuka demi menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sumatera bagian selatan.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo mengatakan, gangguan distribusi ini berdampak langsung pada rantai pasok energi primer pembangkit. PLTU Bengkulu, kata dia, memiliki peran strategis dalam menopang pasokan listrik regional.

“Saat ini PLTU tidak mendapatkan pasokan batu bara karena adanya desakan dari pemerintah provinsi. Stok yang tersedia sangat terbatas dan hanya cukup untuk tiga hari ke depan,” ujar Rizal, melalui keterangannya ke Kompas.com, Kamis (22/1/2026).

Pasokan Tersendat, Risiko Pemadaman Meluas

Rizal menjelaskan, PLTU Bengkulu merupakan bagian penting dari sistem kelistrikan Sumatera, khususnya Sumatera bagian selatan. Jika pasokan batu bara tidak segera pulih, kapasitas pembangkit berpotensi menurun dan mengganggu keandalan pasokan listrik.

“Apabila distribusi batu bara tidak segera kembali normal, maka potensi pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi dapat meluas ke beberapa wilayah di Sumatera Selatan, bahkan hingga Jambi,” kata Rizal.

Sebelumnya, distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu terhambat akibat pembatasan operasional sekitar 150 truk pengangkut. Pembatasan ini berkaitan dengan aspirasi pemerintah daerah dan masyarakat terkait dampak lalu lintas serta aktivitas angkutan batu bara terhadap lingkungan dan kondisi sosial setempat.

Di sisi lain, batu bara masih menjadi sumber energi utama PLTU yang menyuplai listrik bagi jutaan pelanggan di Sumatera. Terhentinya pasokan secara mendadak membuat stok di pembangkit menipis dan menempatkan sistem kelistrikan dalam kondisi siaga.

“Saya meminta dengan hormat kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membuka jalan agar truk-truk batu bara segera memenuhi kebutuhan pasokan batu bara di PLTU Bengkulu,” ujar Rizal.

PLN Dorong Dialog dan Solusi Bersama

PLN menegaskan, keberlanjutan pasokan listrik merupakan kepentingan strategis nasional. Listrik tidak hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga penopang utama aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kegiatan industri di daerah.

Meski demikian, PLN menyatakan memahami perhatian pemerintah daerah terhadap dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas angkutan batu bara. Perusahaan berharap solusi yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan daerah tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik.

“Kami berharap ada ruang dialog dan solusi bersama. Jika suplai batu bara terhenti terlalu lama, pemadaman listrik menjadi tidak terhindarkan dan ini akan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Rizal.

Saat ini, PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait agar distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu dapat kembali berjalan normal dan risiko gangguan listrik di Sumatera bisa diminimalkan.

Tag:  #stok #batu #bara #menipis #ancaman #listrik #padam #bayangi #sumatera

KOMENTAR