Respons Menhub soal Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Imbau Masyarakat Tak Berspekulasi
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers mengenai Nataru 2025/2026 di Jakarta, Rabu (31/12/2025). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
21:20
18 Januari 2026

Respons Menhub soal Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Imbau Masyarakat Tak Berspekulasi

- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, tim SAR gabungan telah menemukan serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat ATR 42-500 dalam rangkaian operasi pencarian di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.

Lokasi penemuan serpihan pesawat itu berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berdekatan dengan posko Basarnas terdekat.

"Penemuan serpihan ini merupakan bagian dari progres penting dalam proses pencarian, dan seluruh temuan saat ini sedang diverifikasi secara menyeluruh oleh otoritas berwenang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Ia menuturkan, pada pukul 07.46 WITA, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan.

Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya.

Dudy menuturkan, pemerintah melalui Basarnas, TNI, Polri, Kemenhub, AirNav Indonesia, BMKG, dan pemerintah daerah, terus memperkuat upaya pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi temuan.

Dia menegaskan, saat ini keselamatan dan pencarian menjadi prioritas utama pemerintah. Seluruh unsur terkait terus bekerja tanpa henti untuk memperluas area pencarian dan memastikan setiap informasi ditindaklanjuti secara cepat dan akurat.

Tim SAR Gabungan menunjukkan serpihak pesawat ATR 42-500 diisekitar lokasi kecelakaan jatuhnya pesawat naas tersebut di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulsaraung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). BPBD Makassar Tim SAR Gabungan menunjukkan serpihak pesawat ATR 42-500 diisekitar lokasi kecelakaan jatuhnya pesawat naas tersebut di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulsaraung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Dudy juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan informasi melalui pemberitauan atau berita resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang.

Saat ini, Crisis Center juga telah dibuka di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai pusat koordinasi informasi.

"Informasi teknis terkait temuan serpihan, lokasi detail, serta perkembangan lanjutan pencarian akan disampaikan secara berkala dan resmi oleh otoritas terkait, khususnya Basarnas dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara setelah melalui proses verifikasi," jelas Dudy.

Sebelumnya diberitakan, Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melintasi Wilayah Leang Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat tersebut diketahui bertolak dari Yogyakarta menuju Kota Makassar.

Adapun jumlah orang di dalam pesawat (persons on board/POB) tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang.

Tag:  #respons #menhub #soal #kecelakaan #pesawat #imbau #masyarakat #berspekulasi

KOMENTAR