Mampukan IHSG Hari Ini Menguat Lagi?
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Kamis (15/1/2025), setelah indeks ditutup menguat 0,94 persen ke posisi 9.032 pada perdagangan Rabu kemarin.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG tengah berada pada fase awal wave iii dari wave (v) dalam struktur wave [iii]. Kondisi itu membuka peluang lanjutan bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dan menguji area resistensi berikutnya di kisaran 9.077-9.100.
“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9.077-9.100,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.
Adapun level support berada di 8.908 dan 8.852. Sementara itu, area resistensi yang perlu dicermati di 9.077 dan 9.012.
Lalu saham apa saja yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia?
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ditutup di level Rp 9.650, direkomendasikan buy on weakness. BREN masih berada pada bagian wave [c] dari wave B, sehingga peluang koreksi jangka pendek masih terbuka dan dapat dimanfaatkan investor untuk akumulasi di harga yang lebih rendah.
Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) ditutup di posisi Rp 2.250 dan juga direkomendasikan buy on weakness. BRIS berada pada fase awal wave 1 dari wave (3), yang umumnya menandai awal tren kenaikan baru.
Rekomendasi serupa diberikan kepada saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Saham ini ditutup di Rp 1.260 dan dinilai berada pada bagian awal wave 2 dari wave (3). Kondisi itu mengindikasikan masih adanya potensi koreksi terbatas, namun peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka.
Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) ditutup di Rp 1.705, direkomendasikan buy on weakness. WIIM berada di awal wave (iii) dari wave [v], fase ini merupakan gelombang impulsif dengan potensi penguatan lebih kuat dalam jangka menengah.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.