Wall Street Melemah, Saham Teknologi dan Perbankan Jadi Beban
Ilustrasi Wall Street, bursa saham AS New York Stock Exchange.(UNSPLASH/ADITYA VYAS)
08:24
15 Januari 2026

Wall Street Melemah, Saham Teknologi dan Perbankan Jadi Beban

- Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (14/1/2026), dengan tekanan paling besar datang dari sektor teknologi dan perbankan.

Investor mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi dan beralih ke sektor yang lebih defensif, seiring ketidakpastian kebijakan serta kinerja emiten yang dinilai belum sepenuhnya memuaskan.

Mengutip Reuters pada Kamis (15/1/2026), indeks S&P 500 turun 36,71 poin atau 0,53 persen ke level 6.927,03.

Nasdaq Composite jatuh 228,69 poin atau 0,96 persen ke 23.481,19, sementara Dow Jones Industrial Average melemah tipis 33,37 poin atau 0,07 persen ke posisi 49.158,62.

Nasdaq memimpin pelemahan seiring aksi jual di saham-saham teknologi, sementara sektor perbankan kembali tertekan setelah laporan keuangan kuartalan menunjukkan hasil yang beragam.

Indeks perbankan S&P 500 mencatat penurunan signifikan, dipicu anjloknya saham Wells Fargo setelah gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal keempat.

Tekanan juga melanda saham Citigroup dan Bank of America.

Keduanya tetap melemah meskipun membukukan laba di atas perkiraan analis, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek sektor keuangan ke depan.

Sektor keuangan, yang sebelumnya mencatat penguatan solid sepanjang 2025, kini menghadapi tekanan tambahan akibat kekhawatiran pasar atas rencana Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan profitabilitas bank dan mempersempit ruang gerak bisnis keuangan.

“Setelah kenaikan yang bagus dan pendapatan yang biasa-biasa saja atau medioker, investor cenderung melakukan aksi ambil untung dan konsolidasi,” ujar Chief Market Strategist JonesTrading di Stamford, Connecticut, Michael O’Rourke.

Ia menambahkan, di sektor teknologi, investor mulai melakukan rotasi dari saham-saham megakap yang mahal ke saham bernilai dan sektor yang lebih defensif.

Sejalan dengan itu, sektor keuangan dan teknologi S&P 500 tercatat melemah, sementara kelompok defensif seperti consumer staples justru menguat.

Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000, yang sepanjang tahun ini mengungguli S&P 500, juga mencatatkan kenaikan.

Di pasar saham individual, Broadcom, Palo Alto Networks, dan Fortinet melemah setelah Reuters melaporkan otoritas China memerintahkan perusahaan domestik menghentikan penggunaan perangkat lunak keamanan siber buatan sekitar selusin perusahaan Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, saham sektor energi sempat menguat seiring kenaikan harga minyak pada awal perdagangan, dipicu kekhawatiran potensi gangguan pasokan Iran akibat kemungkinan serangan AS.

Namun, harga minyak kemudian berbalik melemah setelah Trump menyatakan bahwa ia mendapat laporan eskalasi pembunuhan dalam penindakan keras terhadap protes nasional di Iran mulai mereda.

Tag:  #wall #street #melemah #saham #teknologi #perbankan #jadi #beban

KOMENTAR