Danantara Siapkan Reformasi BUMN Besar Mulai 2026
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan bahwa reformasi terhadap perusahaan-perusahaan BUMN besar akan menjadi agenda selanjutnya yang mulai dijalankan pada 2026.
Seperti dikutip dari Antara Kamis (15/1/2026), Danantara menyebut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), semuanya berada di posisi tepat untuk pemulihan pendapatan seiring biaya dana yang menurun dan pertumbuhan pinjaman yang membaik.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dinilai berada di posisi yang tepat untuk siap memberikan nilai kepada para pemegang saham dengan memanfaatkan aset yang lebih tinggi. Demikian dikutip dari dokumen Danantara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Danantara juga menegaskan telah memperoleh kredibilitas pasar sampai batas tertentu, dari upaya pemulihan yang tengah berlangsung di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Timah Tbk (TINS).
Danantara mencatat total aset BUMN secara kolektif mencakup lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia. Dengan skala tersebut, setiap perbaikan operasional BUMN diyakini akan berdampak luas terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari sangat terkait dengan peran BUMN, mulai dari penyediaan listrik oleh PT PLN, bahan bakar dari PT Pertamina, layanan penerbangan melalui Garuda Indonesia, hingga simpanan masyarakat yang dikelola oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas menargetkan penyederhanaan jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 perusahaan menjadi sekitar 200 entitas. Namun, Danantara menekankan bahwa langkah tersebut merupakan program jangka menengah hingga panjang, bukan agenda korporasi dalam satu tahun kalender.
“Bagi pasar publik, jumlah entitas yang lebih sedikit dapat berarti lebih sedikit konflik mandat dan keputusan bisnis yang lebih konsisten, yang pada akhirnya akan menghasilkan pengembalian yang lebih besar bagi pemegang saham dalam bentuk dividen,” tulis Danantara.
Lebih lanjut, Danantara menargetkan BUMN untuk berkembang menjadi entitas yang lebih tangguh, mampu menghadapi siklus ekonomi makro seperti fluktuasi harga komoditas dan volatilitas yang meningkat di pasar keuangan global, yang dapat mengganggu keputusan pembiayaan.
“Pasar telah merespons secara positif terhadap pemulihan beberapa BUMN, sebagaimana dibuktikan oleh kenaikan tajam harga saham. Investor menghargai kemajuan restrukturisasi yang nyata, menandakan kepercayaan pada agenda reformasi,” tulis dokumen Danantara Economic Outlook 2026.
Tag: #danantara #siapkan #reformasi #bumn #besar #mulai #2026