Airlangga soal Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Negara Lain Lebih Besar dan Mereka Tidak Khawatir
- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang nyaris menembus 3 persen.
Pasalnya, menurut Airlangga ada beberapa negara dengan defisit APBN lebih tinggi dari Indonesia.
"Jangan khawatir tentang defisit anggaran 3 persen. Negara lain dua kali lipat dan mereka tidak khawatir. Jadi mengapa kita harus khawatir tentang hal itu?" ujar Airlangga IBC Business Outlook 2026 di Hotel Mulia pada Rabu (14/1/2026).
Airlangga mengatakan, pemerintah telah memperhitungkan segala risiko ekonomi ke depan, baik dari sisi nilai tukar maupun pasar modal. Oleh karena itu, ia optimis dengan pertumbuhan ekonomi RI mendatang.
Bahkan ia menyebut, International Monetary Fund (IMF) juga memandang optimis pertumbuhan ekonomi RI ke depan.
"Tidak ada risiko yang belum kita perhitungkan, baik dalam nilai tukar rupiah maupun di pasar saham. Jadi ke depannya, saya pikir kita harus optimis," lanjutnya.
Sebelumnya, Airlangga mengatakan bahwa, pelebaran defisit juga perlu dilihat secara proporsional dengan capaian penerimaan negara yang telah mencapai sekitar 91,7 persen dari target APBN 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kinerja fiskal yang masih cukup solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Airlangga menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia menilai, pertumbuhan memiliki keterkaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja.
Sekadar informasi, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga 31 Desember 2025 mencatat defisit Rp 695,1 triliun. Angka ini setara 2,92 persen dari produk domestik bruto.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui defisit melampaui target APBN 2025 sebesar 2,78 persen. Posisi tersebut tetap berada di bawah ambang 3 persen.
Defisit meningkat dibandingkan posisi akhir November 2025 sebesar Rp 560,3 triliun atau 2,35 persen dari PDB.
“Walau defisit membesar ke Rp 695,1 dan lebih tinggi tapi tetap terjaga defisit tidak di atas 3 persen meski memang naik dari rencana awal 2,78 persen,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Tag: #airlangga #soal #defisit #apbn #nyaris #persen #negara #lain #lebih #besar #mereka #tidak #khawatir