Harga Token Listrik 12-18 Januari 2026, Beli Rp 100.000 dapat Berapa kWh?
Harga token listrik menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari pelanggan listrik prabayar PLN. Pasalnya, pengguna listrik prabayar perlu rutin membeli token agar aliran listrik di rumah tetap menyala tanpa kendala.
Berbeda dengan pulsa telepon seluler yang dihitung berdasarkan nominal rupiah, harga token listrik tidak hanya soal uang yang dibayarkan.
Token listrik akan dikonversi ke satuan energi listrik berupa kilowatt hour (kWh) sebelum bisa digunakan.
Tak jarang, besaran kWh yang diterima dari pembelian token listrik menimbulkan tanda tanya di kalangan pelanggan. Hal ini karena nominal harga token listrik yang sama belum tentu menghasilkan jumlah kWh yang sama bagi setiap pengguna.
Perbedaan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari nilai token listrik yang dibeli, tarif dasar listrik (TDL) sesuai daya terpasang, hingga pajak penerangan jalan (PPJ). Besaran PPJ sendiri berbeda-beda di setiap daerah, umumnya berada di kisaran 3–10 persen.
Lantas, berapa harga token listrik pada 12-18 Januari 2026?
Harga token listrik pada 12–18 Januari 2026
Memasuki pekan ini, 12–18 Januari 2026, harga token listrik bagi pelanggan prabayar masih mengacu pada tarif listrik yang berlaku di Triwulan I 2026.
Pemerintah memastikan tidak ada perubahan tarif, khususnya bagi pelanggan nonsubsidi.
Tarif listrik nonsubsidi memang dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Penyesuaian tarif tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah, inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), serta Harga Batubara Acuan (HBA).
Namun, untuk periode 6–11 Januari 2026 yang berlanjut hingga pekan ini, pemerintah memutuskan tarif listrik nonsubsidi tetap. Artinya, harga token listrik pekan ini masih sama seperti periode sebelumnya.
“Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam keterangan resmi.
Dengan demikian, pelanggan listrik prabayar tidak perlu khawatir akan kenaikan harga token listrik pada periode 12–18 Januari 2026.
Tarif listrik Januari 2026 untuk semua pelanggan PLN. Tarif listrik PLN. Tarif listrik per kWh. Tarif listrik Januari 2026. Harga listrik. Tarif listrik 2026.
Tarif listrik per kWh Januari 2026
Mengacu pada laman resmi PLN, berikut daftar tarif dasar listrik (TDL) per kWh untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi prabayar periode 12-18 Januari 2026:
- 900 VA (R-1/TR): Rp 1.352 per kWh
- 1.300 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
- 2.200 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
- 3.500–5.500 VA (R-2/TR): Rp 1.699,53 per kWh
- 6.600 VA ke atas (R-3/TR): Rp 1.699,53 per kWh
Dengan mengetahui tarif tersebut, pelanggan bisa memperkirakan berapa kWh yang akan diperoleh dari pembelian token listrik.
Cara menghitung kWh token listrik
Perhitungan kWh token listrik sebenarnya cukup sederhana. Rumusnya sebagai berikut (Nominal token – PPJ) ÷ tarif dasar listrik.
Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga di Jakarta dengan daya 1.300 VA membeli token listrik Rp 100.000. PPJ di Jakarta ditetapkan sebesar 3 persen.
- Nominal token: Rp 100.000
- PPJ 3 persen: Rp 3.000
- Tarif listrik 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
Perhitungannya: (Rp 100.000 – Rp 3.000) ÷ Rp 1.444,70 = 67,14 kWh
Artinya, pembelian token listrik Rp 100.000 akan menghasilkan sekitar 67,14 kWh untuk pelanggan nonsubsidi 1.300 VA di Jakarta.
Sebagai catatan, jumlah kWh yang diterima setiap pelanggan bisa berbeda, tergantung pada daya listrik, tarif per kWh, serta besaran PPJ yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.
Itulah harga token listrik 12-18 Januari 2026, lengkap dengan cara menghitung kWh yang diperoleh dari setiap pembelian pulsa listrik. Semoga informasinya bermanfaat!
Tag: #harga #token #listrik #januari #2026 #beli #100000 #dapat #berapa