Bidik Dana Murah Rp 5 Triliun, BTN  ebranding Produk Tabungan
BTN melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini dikelola bersama PT Pos Indonesia (Persero), yakni e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos.(Dok. BTN)
17:48
11 Januari 2026

Bidik Dana Murah Rp 5 Triliun, BTN ebranding Produk Tabungan

- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini dikelola bersama PT Pos Indonesia (Persero), yakni e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos.

Perubahan ini merupakan upaya untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, langkah ini dirancang untuk menjaring lebih banyak generasi muda dan mengajak mereka bertransaksi di aplikasi Bale by BTN melalui fitur cardless dengan memanfaatkan fasilitas Pos Indonesia yang tersebar hingga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

BTN memperkenalkan kembali produk tabungan e’Batarapos yang diluncurkan bersama Pos Indonesia pada 2005 dan telah berevolusi menjadi Tabungan BTN Pos, sebuah solusi berbasis teknologi untuk mengikuti perubahan zaman dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi perbankan.

"Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi. Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).

Ia menambahkan, rebranding produk Tabungan BTN Pos, bukan sekadar perubahan identitas.

BTN memperkuat pendanaan ritel dengan membidik menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp 5 miliar dalam satu tahun ke depan.

Seiring ekspansi masif layanan perbankan berbasis digital hingga ke pelosok Indonesia.

"Produk ini akan kita dorong secara agresif. Target kita jelas, menuju angka Rp5 miliar. Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan," tegas Nixon.

Nixon mengatakan, fitur cardless menggantikan bentuk transaksi konvensional nasabah BTN di kantor pos yang mewajibkan mereka untuk membawa buku tabungan untuk melakukan transaksi.

Di era digital yang menuntut kepraktisan, nasabah cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN untuk bertransaksi di kantor pos di seluruh Indonesia.

"Jaringan kantor pos saat ini menjangkau sampai ke pelosok wilayah Indonesia yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Pada saat yang sama, hampir semua warga Indonesia memiliki ponsel smartphone, sehingga inisiatif strategis ini dapat menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan membantu peningkatan inklusi keuangan," tutur Nixon.

Hingga kini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang didukung oleh hampir 3.000 outlet atau kantor pos di seluruh Indonesia.

Nixon mengatakan, dengan semakin luasnya daya jangkau BTN melalui jaringan Pos Indonesia, diharapkan semakin besar pula potensi dana masyarakat yang bisa terjaring dari sinergi ini.

Untuk dapat bertransaksi menggunakan Bale by BTN di kantor pos, nasabah hanya perlu mengakses Bale by BTN dan memilih menu cardless serta lokasi transaksi, yakni Pos Indonesia.

Selanjutnya, nasabah dapat memasukkan nominal transaksi, yang kemudian diikuti kode token untuk nasabah.

Kemudian, nasabah dapat datang langsung ke kantor pos dan melakukan transaksi setor atau penarikan tunai dengan menginformasikan kode token kepada petugas loket pos.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menegaskan, kolaborasi BTN dan Pos Indonesia memiliki akar sejarah panjang dalam pelayanan publik.

Kerja sama kedua BUMN ini telah berlangsung sejak awal dekade 1950-an dan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

"Kalau dihitung, kerja sama Pos Indonesia dan BTN ini sudah berjalan sekitar 76 tahun. Dalam perjalanannya tentu ada pasang surut, ada perubahan produk, tapi semangat pelayanannya tetap sama. Dari Tabanas, Batara, Batara Pos, hingga hari ini kita rebranding menjadi Tabungan BTN Pos," ujar Haris.

Menurut Haris, kekuatan utama Pos Indonesia terletak pada jaringan fisik yang luas serta tingkat kepercayaan publik yang telah terbangun selama puluhan tahun.

"Bagi masyarakat di banyak daerah, Kantor Pos itu bukan hanya tempat kirim surat atau paket. Di sana ada fungsi layanan keuangan, layanan sosial, bahkan fungsi negara. Ini yang kemudian menjadi nilai tambah ketika kami bersinergi dengan BTN," ujarnya.

Dalam momentum BTN x PosIND Festival 2026, Haris menyampaikan bahwa kedua pihak juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Layanan ini memungkinkan nasabah BTN melakukan setor dan tarik tunai langsung di kantor pos.

"Hari ini kita juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Artinya, nasabah BTN bisa setor dan tarik tunai langsung di Kantor Pos. Ini baru sebagian dari skenario besar kerja sama BTN dan Pos ke depan," tutup dia.

Tag:  #bidik #dana #murah #triliun #ebranding #produk #tabungan

KOMENTAR