Penjualan Mobil 2025 Nyungsep, Motor Malah Naik Tipis
Spg berpose di samping motor listrik pada pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (25/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
21:09
9 Januari 2026

Penjualan Mobil 2025 Nyungsep, Motor Malah Naik Tipis

 

 

- Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memaparkan capaian penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang 2025 yang ditutup di angka 6.412.769 unit. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember tahun sebelumnya.

Capaian tersebut dinilai cukup positif, terutama karena terjadi di tengah tekanan daya beli masyarakat sepanjang tahun lalu. Kondisi ini menegaskan bahwa sepeda motor masih menjadi moda transportasi yang paling efisien dan produktif bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas ekonomi maupun kebutuhan harian.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan stabilnya pasar sepeda motor domestik pada 2025 tidak terlepas dari kemampuan industri dalam menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sepeda motor dinilai tetap relevan sebagai alat transportasi yang efektif untuk berbagai aktivitas.

Pada awal tahun lalu, AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Realisasi akhir 2025 yang mencapai 6.412.769 unit menunjukkan bahwa pasar bergerak sesuai dengan proyeksi awal asosiasi.

”Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Sigit.

Dari sisi segmentasi, data AISI mencatat bahwa skutik masih menjadi kontributor terbesar penjualan sepeda motor domestik pada 2025 dengan porsi 91,7 persen. Sementara itu, motor underbone menyumbang 4,46 persen, tipe sport sebesar 3,51 persen, dan kontribusi sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.

Sigit juga menyoroti peran penting industri pembiayaan dalam menjaga stabilitas pasar. Dukungan pendanaan yang kuat dan relatif sehat memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membeli sepeda motor. Sepanjang tahun lalu, sekitar 65 persen transaksi pembelian sepeda motor dilakukan secara kredit, menjadikan industri pembiayaan sebagai sistem pendukung utama pertumbuhan pasar.

”Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ucap Sigit.

Secara wilayah, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa mampu menutup penurunan penjualan yang terjadi di Pulau Jawa. Kinerja positif sektor komoditas di luar Jawa menjadi penyeimbang pelemahan daya beli di Pulau Jawa, yang tahun lalu terdampak kondisi sejumlah industri hingga berujung pada perumahan karyawan.

Untuk menjaga gairah pasar, pelaku industri juga aktif menghadirkan model-model sepeda motor terbaru. AISI turut menggelar pameran tahunan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 yang berlangsung di ICE BSD pada 24-28 September 2025. Pameran tersebut mencatat pertumbuhan baik dari sisi pengunjung maupun nilai transaksi.

Sebanyak 103.789 pengunjung tercatat hadir, dengan penjualan lebih dari 1.500 unit sepeda motor dan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 70 miliar.

Tak hanya di pasar domestik, kinerja industri sepeda motor nasional sepanjang 2025 juga ditopang oleh peningkatan ekspor. Selama 12 bulan, anggota AISI mengekspor 544.133 unit sepeda motor CBU, 8.139.894 set CKD, serta 138.455.487 unit ekspor komponen.

Memasuki 2026, AISI menilai pasar sepeda motor domestik masih memiliki peluang untuk bertahan dan tumbuh, meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi. Pemberlakuan opsen pajak oleh sejumlah pemerintah daerah di awal tahun disebut berpotensi menjadi ujian awal bagi industri.

”Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujar Sigit.

Ia menambahkan, dinamika geopolitik global berpotensi memberikan efek berantai terhadap perekonomian nasional dan pasar sepeda motor domestik. Faktor pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, serta kondisi cuaca juga dinilai akan memengaruhi daya beli masyarakat sepanjang tahun ini.

Dukungan lembaga pembiayaan yang tetap solid menjadi salah satu faktor kunci untuk mendorong realisasi penjualan sepeda motor ke depan.

”Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” tutupnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #penjualan #mobil #2025 #nyungsep #motor #malah #naik #tipis

KOMENTAR