BKPM Ungkap Alasan Nvidia Lebih Pilih Investasi di Malaysia Dibanding RI
Kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California, Amerika Serikat. Keputusan Nvidia berinvestasi di Malaysia menjadi cermin tantangan SDM teknologi Indonesia. BKPM menilai ketersediaan lulusan master dan doktor jadi faktor penentu.(Nvidia Newsroom.)
20:36
9 Januari 2026

BKPM Ungkap Alasan Nvidia Lebih Pilih Investasi di Malaysia Dibanding RI

– Keputusan Nvidia menanamkan investasinya di Malaysia menjadi sorotan, terutama di tengah upaya Indonesia menarik investasi teknologi bernilai tinggi.

Padahal, pemerintah telah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis digital dan teknologi, termasuk KEK Nongsa di Batam, sebagai magnet bagi perusahaan global di sektor chip dan kecerdasan buatan.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai pilihan Nvidia tersebut tidak lepas dari kesiapan sumber daya manusia (SDM) teknologi di masing-masing negara.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan Nvidia melakukan pemetaan kebutuhan tenaga ahli sebelum menentukan lokasi investasi.

“Kalau yang saya sempat dengar bahwa mereka memilih Malaysia, salah satunya karena mereka mendata berapa master, berapa PhD yang tersedia di Indonesia dan di Malaysia sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Nurul saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Dari pemetaan tersebut, Nvidia menilai Malaysia memiliki keunggulan dalam jumlah lulusan magister dan doktor di bidang komputer.

“Suka tidak suka, ternyata dari hasil observasi mereka, Malaysia lebih punya banyak PhD di bidang komputer itu dan juga master di bidang itu,” kata Nurul.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia, khususnya dalam menyiapkan SDM yang relevan dengan kebutuhan industri teknologi global.

Pemerintah, lanjut Nurul, akan mendorong penguatan pendidikan berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) agar selaras dengan arah pengembangan industri ke depan.

Menurut dia, perguruan tinggi negeri dan swasta perlu lebih selektif dalam mencetak lulusan, dengan mengutamakan keahlian yang didukung penguasaan teknologi.

“Nah yang harus kita coba cermati ke depan adalah bagaimana baik pemerintah, maupun universitas-universitas negeri dan swasta tidak mengedepankan memproduksi sumber daya manusia yang tidak relevan dengan kebutuhan industri ke depan, yang notabene didukung oleh penguasaan teknologi,” jelasnya.

Nurul menegaskan, penguatan STEM perlu menjadi arus utama dalam peningkatan kualitas SDM nasional agar Indonesia mampu bersaing dalam menarik investasi teknologi.

“Jadi ke depan harusnya STEM itu menjadi arus utama bagi peningkatan sumber daya manusia,” ujar Nurul.

(Tim Redaksi: Yohana Artha Uly, Erlangga Djumena)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul NVIDIA Lebih Pilih Investasi di Malaysia Ketimbang RI, Begini Kata BKPM

Tag:  #bkpm #ungkap #alasan #nvidia #lebih #pilih #investasi #malaysia #dibanding

KOMENTAR