Produksi Batu Bara RI Capai 790 Juta Ton Sepanjang 2025
Ilustrasi batu bara.(PIXABAY/BEN SCHERJON)
14:44
9 Januari 2026

Produksi Batu Bara RI Capai 790 Juta Ton Sepanjang 2025

- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan realisasi produksi batu bara Indonesia di sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton.

Pemanfaatan batu bara itu terdiri dari 514 juta ton atau 65,1 persen di ekspor, 254 juta ton atau 32 persen untuk pasar domestik, serta 22 juta ton atau 2,8 persen untuk stok.

"Total produksi batu bara kita di tahun 2025 sebesar 790 juta ton. Di mana ekspor kita 65,1 persen dan domestik 32 persen. Untuk DMO, alhamdulillah semua tercapai," ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Meski begitu, ia menyoroti bahwa tingginya produksi dan ekspor batu bara Indonesia membuat harga komoditas ini turun di pasar internasional.

Bahlil bilang, saat ini volume perdagangan batu bara dunia mencapai sekitar 1,3 miliar ton per tahun, sementara kontribusi Indonesia mencapai 514 juta ton atau setara 43 persen.

"Akibatnya apa? Supply and demand itu tidak terjaga. Akhirnya harga batu bara turun," kata dia.

Oleh sebab itu, pemerintah akan menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batu bara pada 2026.

Nantinya, produksi batu bara nasional diperkirakan menjadi hanya 600 juta ton di tahun depan.

Meski begitu, rencana pemangkasan produksi itu masih dalam tahap penghitungan dan kajian oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba).

"Minerba lagi menghitung, yang jelas di sekitar 600 juta lah. Sekitar itu batu bara, kurang lebih lah. Bisa kurang atau bisa lebih sedikit," ucap Bahlil.

Ia mengatakan, pengendalian produksi dari Indonesia diharapkan dapat menopang harga batu bara internasional.

"Supaya harga bagus, dan tambang ini juga kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber daya alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang," pungkasnya.

Tag:  #produksi #batu #bara #capai #juta #sepanjang #2025

KOMENTAR