Hutama Karya Bangun 600 Huntara untuk Pengungsi Aceh Tamiang
PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.(DOK. HUTAMA KARYA)
13:28
9 Januari 2026

Hutama Karya Bangun 600 Huntara untuk Pengungsi Aceh Tamiang

- Pengungsi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang memasuki fase pemulihan baru setelah hunian sementara yang lebih layak mulai disiapkan.

Pada Kamis (8/1/2026), Danantara Indonesia menyerahkan 600 unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Penyerahan ini menandai kesiapan kawasan hunian tersebut untuk dimanfaatkan melalui mekanisme pengelolaan pemerintah daerah.

Proses penyiapan lahan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Desa Marsada, Kecematan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Minggu (4/1/2026).Dok Kodam I Bukit Barisan Proses penyiapan lahan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Desa Marsada, Kecematan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Minggu (4/1/2026).

Pembangunan huntara melibatkan kolaborasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), salah satunya PT Hutama Karya (Persero) yang berperan sebagai kontraktor pelaksana.

Proyek ini dimulai pada 24 Desember 2025 dan diserahterimakan pada 8 Januari 2026, menunjukkan percepatan pekerjaan konstruksi pada masa tanggap pemulihan pascabencana.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia dalam menghadirkan hunian sementara yang layak, aman, dan mendukung pemulihan layanan dasar warga terdampak.

“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (9/1/2026).

Kolaborasi lintas BUMN dan pemerintah daerah tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Dari sisi standar kelayakan, hunian sementara ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Struktur bangunan disiapkan kokoh, dengan dukungan utilitas yang dapat langsung digunakan saat ditempati.

Huntara di Aceh Tamiang, Aceh.Dok. Kementerian PU Huntara di Aceh Tamiang, Aceh.

Akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik telah disiapkan agar aktivitas warga dapat berjalan lebih tertib dan sehat.

Selain itu, layanan kesehatan juga menjadi bagian dari dukungan yang disiapkan dalam kawasan huntara.

Kawasan Rumah Hunian Danantara tidak hanya menyediakan unit tempat tinggal, tetapi juga fasilitas pendukung yang menyentuh kebutuhan sosial keluarga di masa transisi.

Fasilitas tersebut meliputi klinik, taman bermain, akses internet, serta dukungan listrik tanpa biaya.

Setelah serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan menjalankan mekanisme pengelolaan, termasuk penetapan penerima manfaat, distribusi unit, serta proses relokasi atau penempatan agar pemanfaatan hunian berjalan tepat sasaran dan tertib.

Direktur Operasional II Hutama Karya, Gunadi, menekankan pentingnya menjaga mutu dan fungsi konstruksi dalam penanganan pascabencana.

“Hunian ini harus benar-benar siap dihuni untuk menunjang rutinitas keluarga. Kami berharap, kolaborasi banyak pihak di Rumah Hunian Danantara ini dapat menjadi penyemangat untuk semua warga terdampak. Kami bersama-sama membangun hunian ini bukan sekadar unit, tetapi rumah yang aman dan layak untuk dihuni,” ujarnya.

Menurut dia, huntara berfungsi sebagai ruang transisi agar keluarga dapat kembali beraktivitas, mulai dari mengurus kebutuhan harian hingga memastikan anak-anak berada di lingkungan yang aman.

Selain di Aceh Tamiang, Hutama Karya juga merencanakan pembangunan Rumah Hunian Danantara di sejumlah kabupaten lain di wilayah Aceh bersama BUMN Karya lainnya.

Perusahaan tersebut telah mulai mengerjakan pembangunan huntara di Aceh Timur, tepatnya di Kecamatan Simpang Ulim dengan luasan 960 meter persegi serta di Kecamatan Julok dengan luasan 495 meter persegi.

Jumlah unit di dua lokasi tersebut diperkirakan sekitar 45 hunian, yang akan dilengkapi fasilitas umum seperti toilet dan dapur umum sesuai jumlah penghuni.

Perluasan titik pembangunan huntara di sejumlah wilayah Aceh tersebut diarahkan untuk membuka akses hunian sementara yang layak bagi lebih banyak keluarga terdampak bencana, seiring dengan upaya pemulihan yang berjalan di berbagai daerah.

Tag:  #hutama #karya #bangun #huntara #untuk #pengungsi #aceh #tamiang

KOMENTAR