Sawit Indonesia Kuasai Pasar Global, dari CPO hingga Oleokimia
- Indonesia mengekspor kelapa sawit ke berbagai negara dan termasuk eksporter terbesar di dunia. Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), ekspor sawit Indonesia tidak hanya dalam bentuk minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Mardjono menuturkan, selain dalam bentuk CPO, ekspor sawit Indonesia dalam beragam produk lain ke pasar global. Mulai dari minyak inti sawit (PKO) dan juga oleokimia.
Berdasarkan catatan GAPKI, sepanjang 2025 yang terhitung Januari hingga Oktober 2025 ekspor sawit telah mencapai 27,69 juta ton. "Ekspor sawit tahun 2025 sampai dengan bulan Oktober sebesar 27,69 juta ton," kata Mukti Mardjono kepada JawaPos.com, Rabu (7/1).
Rincinya, produk ekspor CPO atau bahan baku sepanjang Januari-Oktober 2025 tercatat sebesar 2,44 juta ton. Lalu, olahan CPO 19,73 juta ton; olahan PKO 1,30 juta ton; dan Oleokomia 4,21 juta ton.
Meski begitu, sepanjang 2025 ekspor CPO dan turunannya ini tercatat fluktuatif. Seperti yang dikutip dari data GAPKI, untuk total ekspor Januari 2025 mencapai 1.960 ribu ton. Angka tersebut lebih rendah 100 ribu ton dari pencapaian pada Desember 2024 sebesar 2.060 ribu ton.
"Penurunan terjadi pada ekspor oleokimia dari 428 ribu ton pada bulan Desember 2024 menjadi 388 ribu ton (-9,43%), ekspor CPO dari 69 ribu ton pada Desember 2024 menjadi 39 ribu ribu ton (-43,58%), ekspor produk olahan CPO dari 1.465 ribu ton pada bulan Desember 2024 menjadi 1.449 ribu ton (-1,1%)," bebernya.
Meski sempat mengalami penurunan, pada Oktober 2025, ekspor produk sawit naik menjadi 2.796 ribu ton atau 27,09% dari ekspor bulan September sebesar 2.200 ribu ton. Peningkatan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 2.043 ribu ton dari 1.573 ribu ton pada bulan Oktober (29,88%).
Kemudian, diikuti oleh oleokimia yang naik menjadi 506 ribu ton dari 443 ribu ton (14,22%), CPO naik menjadi 138 ribu ton dari 91 ribu ton (51,65%), dan olahan inti minyak sawit yang naik menjadi 108 ribu ton dari 93 ribu ton (16,13%).
"Secara tahunan (YoY) sampai dengan bulan Oktober, ekspor produk kelapa sawit tahun 2025 mencapai 27.691 ribu ton atau naik sekitar 11,49% lebih tinggi dari ekspor tahun 2024 sebesar 24.837 ribu ton," ungkapnya.
Dilihat dari tujuan ekspornya, GAPKI mencatat pada Januari 2025, terjadi penurunan ekspor untuk tujuan Pakistan sebesar 199 ribu ton (-53%); Tiongkok sebesar 197 ribu ton (-42%); India sebesar 62 ribu ton (-36%); Malaysia sebesar 60 ribu ton (-41%); USA sebesar 49 ribu ton (- 22%); sedangkan kenaikan ekspor terjadi untuk tujuan EU sebesar 69 ribu ton (+53%); Afrika sebesar 48 ribu ton (18%) di antaranya tujuan Mesir sebesar 37 ribu ton (73%).
Sedangkan, peningkatan ekspor tercatat pada bulan Oktober Tiongkok (203 ribu ton), Pakistan (131 ribu ton), Afrika (52 ribu ton), EU-27 (50 ribu ton), India (38 ribu ton), Bangladesh (32 ribu ton), dan Middle East (28 ribu ton), sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan USA (-3,2 ribu ton) dan Malaysia (-0,3 ribu ton).
"Secara kumulatif Januari hingga Oktober 2025, ekspor sawit terbesar adalah ke Tiongkok, India, Afrika, EU, Pakistan, USA," tukasnya. (*)
Tag: #sawit #indonesia #kuasai #pasar #global #dari #hingga #oleokimia