Hasil Evaluasi Angkutan Nataru, Jumlah Kecelakaan Turun 7 Persen Dibanding Tahun Lalu
Ilustrasi jalan tol.(Dok. PT Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division)
08:44
5 Januari 2026

Hasil Evaluasi Angkutan Nataru, Jumlah Kecelakaan Turun 7 Persen Dibanding Tahun Lalu

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memantau arus lalu lintas, sekaligus mengevaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru, di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (4/1/2025) malam.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan bahwa hasil evaluasi angkutan Natal 2025 dan tahun baru 2026 berjalan lancar dan terkendali hingga melewati masa puncak arus balik.

"Hasil evaluasi angkutan Nataru sejak dimulai tanggal 18 Desember 2025 hingga hari ini berjalan baik dan lancar,” kata Aan dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2025).

Dia mengatakan ada peningkatan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas pada tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya.

“Terdapat peningkatan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berkat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat," lanjut Aan.

Evaluasi ini disebut akan menjadi rumusan kebijakan dalam mempersiapkan angkutan Lebaran yang diperkirakan akan jatuh pada Maret 2026.

Penerapan pengaturan Pembatasan Angkutan Barang, Pengaturan Lalu Lintas di Tol dan Penyeberangan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama juga secara resmi dinyatakan berakhir.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan terdapat penurunan angka kecelakaan dengan fatalitas korban meninggal dunia turun sebesar 27,12 persen. Sementara untuk jumlah kecelakaan para periode Nataru ini turun sebesar 7 persen.

“Tahun lalu ada tiga peristiwa menonjol, tahun ini turun menjadi 1 peristiwa menonjol. Evaluasi penyelenggaraan Nataru tahun ini berjalan lancar," tambah Agus.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan Purwantono membeberkan data hingga Minggu siang, jumlah kendaraan yang kembali melalui jalan tol sudah mencapai 2,85 juta dari total 2,9 juta proyeksi pengguna jalan tol.

"Ini artinya sudah mendekati dan sesuai dengan proyeksi. Dominasinya masih sebagian besar dari arah Timur sebesar 46 persen, arah Barat 29,2 persen dan arah Bogor sebesar 23 persen," jelas Rivan.

Arus lalin arah Timur terbagi kembali dari Tol Trans Jawa sebesar 50 persen dan dan arah Bandung sebesar 49 persen.

Rivan menyebut titik tertinggi yang menjadi puncak mobilitas masyarakat ialah di tanggal 20 Desember 2025 yaitu sebanyak 189.000 kendaraan dan tanggal 24 Desember 2025 sebanyak 201.000 kendaraan.

"Hingga kemarin arus lalu lintas dari tol Trans Jawa ke arah Jakarta sudah lancar dan cukup landai. Termasuk titik pertemuan di KM 66 sehingga Jasa Marga menilai tidak perlu lagi dilakukan skema contra flow," tegas Rivan.

Tag:  #hasil #evaluasi #angkutan #nataru #jumlah #kecelakaan #turun #persen #dibanding #tahun #lalu

KOMENTAR