Harga Emas Berpotensi Capai Rp 2,6 Juta Pekan Depan, Dipicu Geopolitik Global
Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia(DOK. Pexels/Michael Steinberg.)
16:44
4 Januari 2026

Harga Emas Berpotensi Capai Rp 2,6 Juta Pekan Depan, Dipicu Geopolitik Global

- Harga emas batangan atau logam mulia di dalam negeri berpotensi mencapai Rp 2,6 juta per gram pada pekan depan, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian politik internasional.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, aksi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden AS Donald Trump turut mempengaruhi pergerakan harga emas.

Ia memperkirakan, jika harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin (5/1/2026) ke level 4.426 dolar AS per troy ounce, maka harga logam mulia di dalam negeri akan mencapai sekitar Rp 2.518.000 per gram. Kenaikan ini berpotensi berlanjut sepanjang pekan.

"Nah dalam satu minggu kemudian harga emas itu naik, kemungkinan akan ke level 4.505 dolar per troy ounce. Nah logam mulianya itu di Rp 2.610.000," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (2/1/2026), harga emas dunia ditutup di level 4.332 dolar AS per troy ounce. Sementara harga logam mulia Antam pada Sabtu (3/1/2026) berada di kisaran Rp 2.488.000 per gram.

Meski begitu, Ibrahim menyebut potensi penurunan harga tetap ada. Jika pada perdagangan Senin emas dunia turun ke level 4.258 per troy ounce, maka harga logam mulia di dalam negeri menjadi sebesar Rp 2.458.000 per gram.

Apabila terus melemah sepanjang pekan, maka emas dunia berpotensi berada di level 4.196 per troy ounce, sehingga harga logam mulia menjadi sebesar Rp 2.400.000 per gram.

"Apa sih yang mempengaruhi harga emas dunia dan logam mulia fluktuatif dengan ada kemungkinan naik? Ada dua faktor yang mempengaruhi, yaitu perpolitikan di Amerika dan geopolitik," ucap Ibrahim.

Ia menuturkan, eskalasi geopolitik global semakin memanas, mulai dari konflik Rusia-Ukraina, gejolak di Iran, hingga ketegangan baru di Amerika Latin.

Ibrahim menyoroti serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia yang memicu balasan besar-besaran, sehingga memperburuk konflik di Eropa Timur.

Situasi di Iran juga turut memperkeruh sentimen pasar. Pelemahan mata uang Iran terhadap dollar AS memicu demonstrasi besar-besaran di sejumlah kota, yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan dan menimbulkan kecaman internasional.

"Ketegangan ini semakin meningkat karena AS menyatakan siap ikut campur dalam urusan Iran, yang notabene saat ini terjadi permasalahan krisis ekonomi, di mana mata uangnya terus mengalami pelemahan yang cukup signifikan," jelasnya.

Teranyar, ketegangan geopolitik terjadi di Amerika Latin setelah AS melakukan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Langkah ini menuai kecaman dari sejumlah negara dan berpotensi memicu gejolak politik AS.

Ibrahim menilai, ketegangan geopolitik meningkatkan kekhawatiran investor global dan mendorong peralihan dana ke aset aman atau safe haven, seperti emas. Hal ini yang memicu terjadi kenaikan harga emas ke depannya.

"Nah ini yang membuat ketegangan tersendiri sehingga membuat harga emas dunia melonjak, kemudian rupiah pun kemungkinan besar melemah, dan ini akan berdampak terhadap naiknya harga logam mulia per gramnya," tutup dia.

Tag:  #harga #emas #berpotensi #capai #juta #pekan #depan #dipicu #geopolitik #global

KOMENTAR