70.000 Hektar Sawah Kena Bencana Sumatera, Serapan Bulog Terdampak
Pembangunan jembatan Bailey dilakukan di daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor, Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Sabtu (27/12/2025). (Dok Kodam I Bukit Barisan )
14:12
2 Januari 2026

70.000 Hektar Sawah Kena Bencana Sumatera, Serapan Bulog Terdampak

Direktur Utama (Dirut) PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) akan berdampak pada serapan beras Bulog.

Rizal mengatakan, bencana di Sumatera itu membuat puluhan ribu hektar lahan pertanian rusak.

“Memang dalam hal ini karena luasannya juga lumayan cukup banyak 70 ribu hektar ini otomatis akan berdampak akan hasil masing-masing provinsi maupun kabupaten daerah untuk diserap menjadi beras kami,” kata Rizal dalam konferensi pers laporan kinerja tahunan Bulog, Jumat (2/1/2026).

Meski demikian, kata Rizal, pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan segera memperbaiki lahan-lahan pertanian yang terdampak.

Pihaknya berharap, dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, lahan pertanian yang rusak akan bisa kembali ditanami. “Mudah-mudahan dalam waktu 2-3 bulan bisa operasional kembali,” kata dia.

Adapun stok beras Bulog di Aceh saat ini 75.000 ton, 25.781 ton di Sumut, dan 8.527 ton di Sumbar.

Berkaca dari stok itu, Rizal meminta masyarakat tidak usah khawatir dengan ketersediaan beras di tiga provinsi terdampak bencana.

“Tinggal proses bagaimana mendistribusikannya. Karena memang kendalanya satu adalah faktor akses jalan karena banyak jembatan-jembatan yang putus,” tutur Rizal.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dan jajarannya telah mendata sawah yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Dari pendataan tersebut, Amran menyebut terdapat 11.000 hektar sawah yang perlu dicetak ulang.

Menurut Amran, biaya cetak ulang sawah itu mencapai sekitar Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar.

“Anggarannya kalau katakanlah 10 ribu hektar Rp 300 sampai Rp 400 miliar, kalau 10.000 hektar,” kata Amran saat ditemui awak media usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Ia membenarkan, luasan sawah yang terdampak banjir bandang memang mencapai 70.000 hektar.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya 11.000 hektar yang harus dicetak ulang agar bisa kembali ditanami. “Ada 70.000 hektar sawah rusak tapi yang betul-betul harus dibangun kembali itu 11.000,” ujar Amran.

Tag:  #70000 #hektar #sawah #kena #bencana #sumatera #serapan #bulog #terdampak

KOMENTAR