Pengelolaan SDM Jadi Strategi Perusahaan Bertahan di Tengah Tren PHK
— Tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih menjadi tantangan serius bagi dunia usaha Indonesia hingga akhir 2025.
Kondisi ini mendorong perusahaan menata ulang strategi bisnis, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM), agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), jumlah pekerja yang terdampak PHK sepanjang semester I 2025 tercatat mencapai lebih dari 42.000 orang.
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tekanan tersebut berlanjut pada semester II 2025. Secara akumulatif hingga periode November sampai Desember 2025, total pekerja yang terdampak PHK diperkirakan telah mencapai sekitar 79.000 orang.
Peningkatan angka PHK tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari melambatnya kinerja ekspor manufaktur, kenaikan biaya energi dan logistik, hingga percepatan otomatisasi di berbagai sektor industri.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh tenaga kerja, tetapi juga memengaruhi daya beli masyarakat serta pola konsumsi rumah tangga.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah perusahaan justru memilih pendekatan berbeda dengan memperkuat internal organisasi.
Salah satunya dilakukan oleh Eka Jaya Group, perusahaan yang menaungi brand kecantikan lokal Hanasui.
Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan tim, Eka Jaya Group mengajak karyawannya melakukan perjalanan ke Malaysia.
Langkah ini tidak sekadar kegiatan rekreasi, tetapi diposisikan sebagai strategi membangun solidaritas dan semangat kerja di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi dunia usaha.
Ilustrasi pegawai perusahaan.
Founder Eka Jaya Group, Ferry Firmanto, menegaskan bahwa SDM merupakan fondasi utama pertumbuhan bisnis perusahaan.
“Saat banyak perusahaan melakukan efisiensi, kami memilih untuk merangkul tim lebih erat. Bagi saya, mereka bukan hanya pekerja, tetapi keluarga yang membuat Hanasui bisa berdiri sampai hari ini,” ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Ia menambahkan, perjalanan bisnis selama delapan tahun membuktikan investasi pada SDM berdampak langsung terhadap kualitas layanan dan kepercayaan konsumen.
“Kalau tim kuat, solid, dan punya semangat positif, hasilnya akan terasa langsung ke pelanggan. Membahagiakan karyawan adalah cara terbaik untuk membahagiakan konsumen,” tambahnya.
Di saat yang sama, langkah ekspansi bisnis ke Malaysia juga menjadi simbol upaya Eka Jaya Group menembus pasar global.
Strategi ini mencerminkan keyakinan bahwa brand lokal Indonesia tetap memiliki peluang bersaing di kancah internasional, bahkan ketika tekanan ekonomi nasional meningkat dan angka PHK masih tinggi.
Tag: #pengelolaan #jadi #strategi #perusahaan #bertahan #tengah #tren