Pertamina Temukan Cadangan Migas 106 Juta Barrel di Blok Mahakam
– PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menemukan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) dengan perkiraan Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barrel ekuivalen minyak (MMBOE) di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.
Temuan cadangan migas tersebut diperoleh melalui pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x yang dilakukan melalui PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam.
Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, mengatakan temuan ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi migas nasional guna mendukung terwujudnya swasembada energi dan ketahanan energi nasional.
Pertamina Hulu Energi."Diharapkan temuan sumber daya kontijen Original Oil in Place (OOIP) yang diperkirakan sekitar 106 juta barrel ekuivalen minyak ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).
Pengeboran sumur MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE sebagai quick win untuk dapat diproduksi lebih cepat dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat yang telah memasuki fase matang (mature field).
Sumur MDP-1x dibor dengan kedalaman terukur 4.260 meter hingga menembus lapisan Formasi Yakin.
Meski target utama hanya dapat ditembus sebagian akibat tekanan tinggi (high pressure), PHM mengidentifikasi potensi migas yang menjanjikan pada lapisan lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Berdasarkan hasil uji alir (drill stem test) pada zona Sepinggan Carbonate Sequence (SCS), yang merupakan hasil evaluasi lanjutan dari temuan sumur Manpatu-1x pada tahun 2022, terkonfirmasi reservoir karbonat dan batu pasir di zona tersebut memiliki kemampuan produksi yang baik.
Ilustrasi produksi minyak, kilang minyak, harga minyak.Dengan interval uji alir sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barrel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), selaku Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, Sunaryanto menyampaikan bahwa temuan cadangan ini akan segera ditindaklanjuti melalui tahapan pengembangan.
"Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia," jelasnya.
Sejak mengelola Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan empat di antaranya mencatatkan penemuan migas.
Sumur MDP-1x dinilai sebagai salah satu temuan terbesar di wilayah kerja tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa wilayah kerja migas yang telah memasuki fase matang masih menyimpan cadangan signifikan apabila didukung penerapan teknologi dan konsep eksplorasi yang tepat.
Sebelumnya, PHE melalui PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih, juga mencatat kinerja positif pada awal 2025 setelah hasil uji produksi sumur BNG-064 di Blok D Struktur Benuang, Field Adera, melampaui target awal hingga 990 persen.
Sumur tersebut mampu menghasilkan produksi minyak sekitar 1.400 barrel per hari (BOPD) serta gas sebesar 4,51 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), jauh di atas target awal yang ditetapkan sebesar 190 BOPD dan 0,15 MMSCFD.
Ilustrasi produksi minyak, harga minyak mentah. Capaian tersebut kemudian diikuti dengan penemuan sumur baru BNG-067 di Area North West Benuang, yang juga menunjukkan kinerja produksi di atas target.
Sumur BNG-067 tercatat menghasilkan minyak sebesar 660,34 BOPD atau sekitar 440 persen dari target awal pemboran sebesar 150 BOPD, serta produksi gas sebesar 0,807 MMSCFD atau 207 persen dari target pengusulan 0,39 MMSCFD.
Keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi di onshore Jawa Barat (EPN-002) juga menjadi catatan penting bagi kinerja Subholding Upstream Pertamina di tahun 2025.
Serangkaian keberhasilan eksplorasi di 2025 tersebut melengkapi capaian kinerja eksplorasi PHE pada 2024, ketika perusahaan mencatatkan penemuan sumber daya gas bumi in place lebih dari 1,8 triliun kaki kubik (TCF) atau hampir setara 320 juta barrel ekuivalen minyak (MMBOE) dari kegiatan eksplorasi di wilayah Sulawesi Tengah.
Penemuan sumber daya tersebut berasal dari struktur Wolai–East Wolai, Morea, serta struktur Tedong yang dibor pada 2024.
Ke depan, PHE menegaskan akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tag: #pertamina #temukan #cadangan #migas #juta #barrel #blok #mahakam