Gaji Naik Lebih Tinggi dari Inflasi, Kenapa Masyarakat Masih Tertekan?
Ilustrasi gaji, penghasilan, kenaikan gaji.(SHUTTERSTOCK/JIRSAK)
13:20
1 Januari 2026

Gaji Naik Lebih Tinggi dari Inflasi, Kenapa Masyarakat Masih Tertekan?

Kenaikan gaji yang sudah lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional. Namun, hal ini belum sepenuhnya menghilangkan tekanan ekonomi di tingkat rumah tangga.

Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan, kenaikan gaji pekerja saat ini sebenarnya sudah lebih tinggi dibandingkan inflasi.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), inflasi nasional pada November 2025 sebesar 2,72 persen secara tahunan, sementara kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2026 berada di kisaran 5 sampai 7 persen.

Ilustrasi gaji. Upah minimum provinsi (UMP). Kenaikan UMP 2026. Kenaikan upah minimum 2026.FREEPIK/DRAZEN ZIGIC Ilustrasi gaji. Upah minimum provinsi (UMP). Kenaikan UMP 2026. Kenaikan upah minimum 2026.

Namun besaran gaji ini ternyata tidak serta-merta dapat mengentaskan masyarakat dari tekanan biaya hidup sehari-hari. 

Menurutnya, persoalan utamanya terletak pada struktur pendapatan nasional yang masih relatif rendah.

"Jadi ya kenaikan upah itu sebenarnya jauh lebih tinggi daripada inflasi. Tapi kita itu masih ada kendala di mana pendapatan per kapita kita Indonesia itu masih rendah," ujarnya kepada Kompas.com, ditulis pada Rabu (1/1/2026).

Myrdal menjelaskan, jika dibandingkan dengan negara maju maupun negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, pendapatan per kapita Indonesia masih tertinggal.

Kondisi ini membuat kenaikan upah yang secara persentase terlihat cukup tinggi menjadi kurang terasa bagi sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pendapatan per kapita Indonesia tahun 2024 mencapai sekitar 4.960,3 dollar AS atau setara Rp 78,6 juta dalam setahun.

Sementara menurut Bank Dunia, pendapatan per kapita Malaysia pada periode yang sama sebesar 11.874 dollar AS, Singapura sebesar 90.674 dollar AS, dan bahkan Thailand sebesar 7.346 dollar AS.

Ilustrasi gaji. Cara mengelola gaji. Tips mengelola gaji yang bijak.SHUTTERSTOCK/TRAVEL MAN Ilustrasi gaji. Cara mengelola gaji. Tips mengelola gaji yang bijak.Akibatnya, pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier masih menjadi tantangan bagi banyak rumah tangga, khususnya di wilayah perkotaan. Kenaikan gaji dinilai belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan hidup yang terus meningkat.

"Makanya kenapa ya kalau kita lihat dari sisi masyarakat kita, memang untuk kebutuhan, pemenuhan kebutuhan tersier maupun sekundernya itu banyak yang masih tertatih-tatih ya," ungkapnya.

Oleh karenanya, untuk mengatasi tekanan hidup pada masyarakat tidak hanya sebatas menaikkan upah di atas inflasi, tetapi juga dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.

Sebab, pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi prasyarat utama untuk mendorong kenaikan pendapatan per kapita secara signifikan.

"Itulah kenapa ya kalau kita lihat spirit pemerintah kenapa ingin supaya ekonomi kita itu tumbuh 8 persen," kata Myrdal.

Dia menilai, jika ekonomi Indonesia mampu tumbuh minimal 8 persen dalam beberapa tahun ke depan, hal tersebut dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita yang jauh lebih tinggi.

"Kalau pendapatan per kapitanya besar seperti negara maju ya otomatis pemenuhan kebutuhan sekunder, tersier dari masyarakat kita juga lebih terpenuhi atau lebih sejahtera," tuturnya.

Tag:  #gaji #naik #lebih #tinggi #dari #inflasi #kenapa #masyarakat #masih #tertekan

KOMENTAR