Jelang Tutup Tahun 2025, Asing Banyak Jual Saham, Ini Deretan Emitennya
Bursa Efek Indonesia (BEI).(BEI)
12:16
31 Desember 2025

Jelang Tutup Tahun 2025, Asing Banyak Jual Saham, Ini Deretan Emitennya

- Aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing kembali mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang penutupan tahun 2025.

Pada hari terakhir perdagangan atau Selasa (30/12/2025), investor asing tercatat melepas saham-saham unggulan dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, pertambangan, hingga energi dan infrastruktur.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip melalui Stockbit, Rabu (31/12/2025), menunjukkan bahwa saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham dengan tekanan jual asing terbesar.

Investor asing mencatatkan net foreign sell senilai sekitar Rp 415,65 miliar, dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,01 triliun dan volume perdagangan 2,74 juta saham.

Seiring derasnya aksi jual tersebut, harga saham BBRI ditutup turun 120 poin atau 3,17 persen ke level Rp 3.660.

Di posisi kedua, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga mengalami tekanan signifikan.

Saham kontraktor tambang ini dibukukan net foreign sell sebesar Rp 267,99 miliar, dengan volume transaksi mencapai 25,80 juta saham.

Harga DEWA ditutup melemah 2,90 persen ke posisi Rp 670.

Tekanan jual asing turut menyasar sektor pertambangan batu bara.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 109,12 miliar dengan volume perdagangan 28,13 juta saham.

Meski demikian, harga saham BUMI tercatat stagnan di level Rp 366.

Sementara itu, saham perbankan besar lainnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga masuk daftar saham dengan aksi jual asing senilai Rp 95,32 miliar.

Namun, berbeda dengan BBRI, saham BBCA justru mampu ditutup menguat 50 poin atau 0,62 persen ke level Rp 8.075.

Aksi jual asing juga menekan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). Saham emiten tambang emas ini mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 73,45 miliar dan ditutup merosot tajam 5,54 persen ke harga Rp 1.620.

Tekanan serupa dialami saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), yang dilepas asing senilai Rp 58,33 miliar dan ditutup turun 5,41 persen ke level Rp 420.

Dari sektor energi, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 55,31 miliar.

Saham ini ditutup melemah 135 poin atau 6,94 persen ke harga Rp 1.810.

Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dibukukan net foreign sell sebesar Rp 48,84 miliar dan ditutup turun 3,93 persen ke level Rp 1.100.

Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga mencatatkan aksi jual asing Rp 45,96 miliar, dengan harga saham terkoreksi 1,21 persen ke posisi Rp 6.100.

Di sektor infrastruktur telekomunikasi, saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) mencatatkan net foreign sell sekitar Rp 38,87 miliar.

Namun, saham MTEL justru ditutup menguat 6,87 persen ke level Rp 700.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut masuk dalam daftar saham dengan tekanan jual asing.

Nilai net foreign sell pada saham ini tercatat sekitar Rp 38,12 miliar, dengan harga saham ditutup melemah 1,68 persen ke posisi Rp 2.340.

Tag:  #jelang #tutup #tahun #2025 #asing #banyak #jual #saham #deretan #emitennya

KOMENTAR