Bos PLN Ungkap 3 Daerah Aceh Ini Pemulihan Listriknya Masih Rendah
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menyampaikan sambutannya pada peresmian Dapur 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanud Atang Sendjaja di Kabupaten Bogor (21/11). Ia menyampaikan, inisiatif ini merupakan komitmen PLN dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya percepatan penanganan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.(Dok. PLN)
20:28
30 Desember 2025

Bos PLN Ungkap 3 Daerah Aceh Ini Pemulihan Listriknya Masih Rendah

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan ada tiga daerah di Aceh yang pemulihan sistem kelistrikannya masih rendah usai terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu.

Ketiganya yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Tingkat pemulihan yang rendah di tiga daerah ini disebabkan terbatasnya akses pengiriman material untuk perbaikan fasilitas kelistrikan.

"Daerah-daerah yang memang aksesnya masih terbuka, pemulihan sistem kelistrikan bisa berjalan dengan cepat, sedangkan daerah-daerah yang masih terisolasi, pemulihannya agak sedikit lebih lambat dan terkendala," ujar Darmawan dalam rapat koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana, yang ditayangkan dalam YouTube DPR RI, Selasa (30/12/2025).

Ilustrasi gardu PLNKOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Ilustrasi gardu PLNSecara rinci, pada Aceh Tengah, 70,8 persen desa sudah mendapatkan aliran listrik, lalu Bener Meriah tercatat 83,6 persen desa telah berlistrik, sementara Gayo Lues baru mencapai sekitar 69,9 persen.

Darmawan menuturkan, untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, evakuasi material kelistrikan sedang dilakukan melalui jalur udara.

Sementara di Gayo Lues, jalur darat mulai terbuka sehingga pengiriman tiang listrik dapat dilakukan meski masih terkendala longsor.

"Gayo Lues ini ada berita yang cukup mengembirakan, jalur (darat) sudah mulai terbuka, sehingga 210 tiang listrik kami sedang dalam perjalanan. Sedangkan untuk Aceh Tengah dengan Bener Meriah, evakuasi 510 tiang listrik kami masih menggunakan (pesawat) Hercules," ungkapnya.

Menurut Darmawan, dampak kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh kali ini jauh lebih masif dibandingkan bencana tsunami pada 2004.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan) didampingi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Suroso Isnandar (kanan) dan General Manager PLN UIP Sumbagut, Dewanto (kedua dari kanan) meninjau langsung salah satu titik lokasi perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa?Pangkalan Brandan.DOKUMENTASI PLN Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan) didampingi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Suroso Isnandar (kanan) dan General Manager PLN UIP Sumbagut, Dewanto (kedua dari kanan) meninjau langsung salah satu titik lokasi perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa?Pangkalan Brandan.

Ia bilang, saat bencana tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan di Aceh hanya terjadi di delapan titik. Sementara pada bencana banjir dan longsor tahun ini, jumlah titik kerusakan meningkat tajam hingga mencapai 442 titik.

Kondisi tersebut membuat proses perbaikan listrik di Aceh kali ini lebih menantang dan membutuhkan waktu lebih lama.

"Untuk bencana kali ini dibanding dengan tsunami 2004, itu sangat berbeda. Pada saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan ada di 8 titik, sedangkan bencana kali ini ada 442 titik. Jadi skalanya sangat berbeda, kali ini sangat masif," jelas dia.

Secara keseluruhan, dari total 23 kabupaten dan kota di Aceh, PLN mencatat saat ini 15 daerah telah pulih 100 persen dari sisi desa yang kembali mendapatkan aliran listrik, namun 8 kabupaten lainnya masih dalam proses pemulihan.

Darmawan menyebut, tantangan pemulihan jaringan listrik turut dipengaruhi kondisi rumah pelanggan. Di sejumlah daerah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, dan Aceh Timur, sebagian besar desa telah berlistrik, namun masih banyak rumah warga yang rumahnya belum diperbaiki.

Ia menyebut, di Aceh Utara 850 desa sudah pulih sistem listriknya, hanya 2 desa yang masih padam. Namun, sebanyak 80.000 warga mengalami kerusakan rumah, dengan 13.000 kondisi berat dan 20.000 kondisi ringan.

Pada Aceh Tamiang, 209 desa sudah mendapat aliran listrik dan hanya 7 desa yang masih padam. Kendati begitu, jumlah rumah pelanggan yang rusak akibat bencana mencapai lebih dari 38.000 di wilayah tersebut.

Lalu di Bireuen, 607 desa sudah menyala sistem kelistrikannya, sedangkan yang padam tinggal 2 desa. Tetapi jumlah rumah pelanggan terdampaknya mencapai lebih dari 31.000.

Serta pada Aceh Timur, sebanyak 491 desa sudah tersalurkan listrik, sementara 22 desa masih berproses. Meski begitu, jumlah rumah yang terdampak bencana mencapai lebih dari 11.000.

"Jadi ada daerah-daerah yang pemulihan listriknya sangat tinggi. Namun, meskipun sistem kelistrikan hampir pulih, jumlah rumah pelanggan yang terdampak masih sangat tinggi," ucap Darmawan.

Tag:  #ungkap #daerah #aceh #pemulihan #listriknya #masih #rendah

KOMENTAR