Petrosea (PTRO) Gaspol di Kapuas, Realisasi Overburden Tembus 7,2 Juta BCM
Emiten pertambangan milik Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), melaporkan peningkatan kinerja keuangan pada kuartal III-2025.()
16:52
29 Desember 2025

Petrosea (PTRO) Gaspol di Kapuas, Realisasi Overburden Tembus 7,2 Juta BCM

Proyek jasa pertambangan PT Petrosea Tbk terus melaju sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, realisasi pengupasan dan pemindahan lapisan penutup mencapai lebih dari 7,2 juta bank cubic meter atau BCM. Capaian itu berasal dari proyek tambang batu bara di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Proyek tersebut berjalan sejak 13 Agustus 2024. Pekerjaan masuk bagian kontrak jasa pertambangan Petrosea bersama PT Pasir Bara Prima, anak usaha PT Singaraja Putra Tbk. Kontrak dirancang berlangsung sepanjang usia tambang atau life of mine. Nilai kontrak diperkirakan sekitar Rp 17,4 triliun.

Ruang lingkup pekerjaan mencakup pengupasan dan pemindahan lapisan penutup dengan estimasi total 234,9 juta BCM. Target produksi batu bara tercatat sekitar 26 juta ton sepanjang periode kontrak.

Presiden Direktur Petrosea Michael menilai capaian lebih dari 7,2 juta BCM di tahap awal proyek menunjukkan progres operasional yang solid. Kinerja tersebut sekaligus mencerminkan kapasitas eksekusi perseroan di lini jasa pertambangan.

“Pencapaian ini menunjukkan kapabilitas Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan yang terintegrasi dengan pengelolaan infrastruktur jalan tambang secara berkelanjutan,” ujar Michael dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (29/12/2025).

Petrosea juga menegaskan komitmen memperkuat sinergi di dalam grup. Fokus diarahkan pada dukungan kinerja anak usaha pertambangan lain milik Singaraja Putra. Langkah itu sejalan dengan strategi pertumbuhan grup Petrindo yang tengah menyiapkan rencana akuisisi terhadap Singaraja Putra.

“Ke depan, kami akan memastikan setiap langkah pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, dijalankan secara prudent dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” paparnya.

Setelah menjadi pemegang saham pengendali, Petrindo secara konsolidasi akan menguasai portofolio konsesi tambang batu bara dengan total cadangan sekitar 378 juta ton. Cadangan tersebut mencakup batu bara termal dan metalurgi. Skala tersebut menempatkan Petrindo sebagai salah satu pemain besar tambang batu bara nasional.

Seiring perkembangan tambang, perusahaan patungan PT Lintas Kelola Bersama juga menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan tambang. Entitas ini dimiliki 51 persen oleh Petrosea dan 49 persen oleh PT Pasir Bara Prima. Lintas Kelola Bersama bertanggung jawab atas pengelolaan serta kepemilikan jalan tambang dan fasilitas pendukung.

Jalan tambang memiliki total panjang sekitar 29,6 kilometer. Jalur tersebut terbagi dalam enam segmen. Seluruh pekerjaan konstruksi dikerjakan oleh Petrosea. Integrasi jasa pertambangan dan pembangunan infrastruktur menjadi kekuatan utama model bisnis perseroan.

Rekam jejak Petrosea telah melampaui lima dekade. Perseroan beroperasi sebagai perusahaan multidisiplin. Layanan mencakup EPC, jasa pertambangan, EPCI migas lepas pantai, serta logistik. Aktivitas usaha menjangkau sektor pertambangan dan minyak gas di kawasan Asia Pasifik dan Oceania.

Tag:  #petrosea #ptro #gaspol #kapuas #realisasi #overburden #tembus #juta

KOMENTAR