Reli Akhir Tahun Dimulai, Wall Street Pecahkan Rekor Jelang Nata
Ilustrasi Wall Street, bursa saham AS New York Stock Exchange. (UNSPLASH/DAVID VIVES)
08:44
25 Desember 2025

Reli Akhir Tahun Dimulai, Wall Street Pecahkan Rekor Jelang Nata

- Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan, Rabu (24/12/2025), di tengah sesi perdagangan yang dipersingkat menjelang libur Natal.

Mengutip Reuters, Kamis (25/12/2025), dua indeks utama, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah saat penutupan. Dow Jones naik 288,75 poin atau 0,60 persen ke level 48.731,16, S&P 500 menguat 22,26 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.932,05.

Sementara itu, Nasdaq Composite bertambah 51,46 poin atau 0,22 persen ke level 23.613,31.

Volume perdagangan saham di bursa AS tercatat 7,61 miliar saham, jauh di bawah rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 16,21 miliar saham.

Dalam beberapa hari terakhir, indeks Wall Street bergerak naik, sebagian ditopang pemulihan saham-saham terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sebelumnya, sektor ini sempat tertekan aksi jual akibat kekhawatiran valuasi yang dinilai terlalu tinggi serta besarnya belanja modal yang berpotensi menekan laba perusahaan.

Penguatan tersebut juga memperpanjang reli ketiga indeks utama menjadi lima sesi perdagangan berturut-turut. Data ekonomi terbaru menunjukkan perekonomian AS masih cukup tangguh.

Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 50 basis poin oleh Federal Reserve pada tahun depan. Namun, peluang penurunan suku bunga pada Januari dinilai rendah, berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group.

Data yang dirilis Rabu menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran AS secara tak terduga turun pada pekan lalu, memperkuat sinyal ketahanan pasar tenaga kerja.

“Imbal hasil relatif stabil, volume perdagangan rendah, tetapi isu utamanya masih sama—AI tetap kuat. Ada pembicaraan soal beberapa sentimen positif, termasuk OpenAI dan model baru dari Meta, yang akan terus memicu perbincangan pasar,” ujar Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior Ingalls & Snyder di New York, merujuk pada OpenAI dan Meta Platforms.

Ia menambahkan, The Fed kemungkinan belum akan kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat. “Peluang penurunan suku bunga pada Januari sangat kecil,” katanya.

Dari sisi saham individual, Micron Technology melonjak 3,8 persen dan ditutup di rekor tertinggi 286,68 dollar AS, melanjutkan reli setelah perusahaan merilis proyeksi kinerja yang kuat pekan lalu.

Saham Nike menguat 4,6 persen setelah CEO Apple, Tim Cook, yang juga menjabat direktur independen utama Nike, membeli saham perusahaan tersebut senilai sekitar 3 juta dollar AS.

Sebaliknya, saham Intel turun 0,5 persen menyusul laporan bahwa Nvidia menghentikan uji coba produksi chip dengan proses manufaktur 18A milik Intel.

Saham Dynavax Technologies melonjak tajam 38,2 persen setelah perusahaan farmasi Prancis Sanofi menyatakan akan mengakuisisi produsen vaksin AS tersebut dengan nilai sekitar 2,2 miliar dollar AS. Saham Sanofi yang tercatat di bursa AS naik tipis 0,1 persen.

Dari sisi sektoral, sektor keuangan turut menopang penguatan Wall Street dan menjadi salah satu sektor berkinerja terbaik di S&P 500 dengan kenaikan 0,5 persen. Sementara itu, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah pada perdagangan hari itu.

Penguatan saham AS belakangan ini kembali memunculkan harapan terjadinya “Santa Claus rally”, yakni fenomena musiman ketika S&P 500 mencatatkan kenaikan pada lima hari perdagangan terakhir tahun berjalan dan dua hari pertama Januari. Periode tersebut dimulai Rabu dan berlangsung hingga 5 Januari.

Sepanjang 2025, pergerakan saham AS terbilang volatil, dipengaruhi isu tarif, kekhawatiran valuasi tinggi pada saham teknologi dan AI, serta perubahan cepat ekspektasi suku bunga.

Meski demikian, pasar bullish yang dimulai sejak Oktober 2022 dinilai masih terjaga, ditopang optimisme terhadap AI, prospek pemangkasan suku bunga, dan ketahanan ekonomi. Ketiga indeks utama pun berpeluang mencatatkan kenaikan tahunan untuk tahun ketiga berturut-turut.

Ke depan, pasar global juga akan mencermati proses pergantian Ketua The Fed yang saat ini dijabat Jerome Powell, di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa kandidat ketua bank sentral selanjutnya harus sejalan dengan pandangannya.

Tag:  #reli #akhir #tahun #dimulai #wall #street #pecahkan #rekor #jelang #nata

KOMENTAR