Merger MORA-MyRepublic, Analis: Penguatan Infrastruktur Digital Nasional
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo dan PT Eka Mas Republik atau MyRepublic Indonesia mengumumkan penggabugan perusahaan atau merger.(Dok. MORA)
18:36
24 Desember 2025

Merger MORA-MyRepublic, Analis: Penguatan Infrastruktur Digital Nasional

- Merger antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) menandai terbentuknya entitas baru yang lebih solid di industri telekomunikasi dan internet nasional.

Penggabungan ini tidak hanya menyatukan dua perusahaan, tetapi juga mengonsolidasikan infrastruktur digital dari hulu ke hilir dalam satu ekosistem terintegrasi.

Analis Stockbit Sekuritas Rizal Rafly menilai konsolidasi ini sebagai langkah strategis di tengah tekanan belanja modal yang dihadapi industri. Menurut dia, merger Moratelindo dan MyRepublic Indonesia mencerminkan konsolidasi yang sehat.

“Dalam industri dengan kebutuhan investasi jaringan yang sangat besar, sinergi antara backbone dan last mile akan menekan duplikasi belanja modal sekaligus meningkatkan utilisasi aset yang sudah ada. Hal ini dinilai penting agar ekspansi jaringan tetap berkelanjutan tanpa membebani struktur keuangan perusahaan,” ujar Rizal dalam keteranganya, Rabu (24/12/2025).

Selain efisiensi biaya, integrasi ini juga membuka peluang pengembangan layanan digital baru. Dengan kendali yang lebih menyeluruh atas rantai nilai, entitas gabungan memiliki ruang untuk menghadirkan layanan bundling, konektivitas berbasis cloud, hingga solusi data untuk segmen korporasi dan UMKM. Skala jaringan yang lebih luas juga memperkuat daya tawar perusahaan terhadap vendor teknologi dan mitra global.

Dari sisi kebijakan publik, Rizal menilai merger ini sejalan dengan agenda percepatan dan pemerataan akses digital nasional. Ia menilai penguatan pemain infrastruktur domestik menjadi krusial di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas.

Menurut dia, entitas hasil penggabungan berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses internet yang stabil dan terjangkau, khususnya di wilayah nonperkotaan dan kawasan berkembang.

Meski demikian, Rizal mengingatkan bahwa tantangan pasca merger tetap perlu dicermati, terutama dalam hal integrasi operasional dan budaya organisasi.

“Penyelarasan sistem, pengelolaan sumber daya manusia, serta konsistensi kualitas layanan akan menjadi faktor penentu apakah skala besar ini benar-benar berujung pada keunggulan kompetitif jangka panjang,” ujarnya.

Dengan fondasi infrastruktur yang kuat, basis pelanggan yang luas, serta dukungan pemegang saham strategis, Moratelindo–MyRepublic Indonesia kini memasuki fase baru sebagai pemain terintegrasi di industri digital nasional. Jika sinergi operasional dan finansial dapat dieksekusi secara disiplin, entitas hasil merger ini berpeluang menjadi salah satu motor utama percepatan dan pemerataan ekosistem digital Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Selama ini, Moratelindo dikenal sebagai pemain utama di sisi infrastruktur inti telekomunikasi. Emiten berkode MORA ini mengoperasikan jaringan fiber optic backbone sepanjang lebih dari 57.000 kilometer yang terhubung langsung ke Singapura melalui jaringan internasional.

Selain itu, Moratelindo juga didukung enam pusat data aktif di sejumlah kota besar, yang menjadi fondasi layanan konektivitas bagi segmen enterprise, operator telekomunikasi, hingga penyedia layanan digital berskala besar.

Sementara itu, MyRepublic Indonesia mengembangkan kekuatan di lapisan akses dan ritel. Dengan fokus pada layanan fiber to the home (FTTH), hingga September 2025 perusahaan telah melayani lebih dari 1,5 juta pelanggan ritel, memiliki lebih dari 8,7 juta homepass, serta jaringan fiber optic yang juga melampaui 58.000 kilometer.

Posisi tersebut menempatkan MyRepublic Indonesia sebagai salah satu pemain fixed broadband yang agresif dalam memperluas penetrasi internet berkecepatan tinggi di Tanah Air.

Pasca merger, kekuatan kedua entitas dinilai saling melengkapi. Infrastruktur backbone dan data center Moratelindo memberikan kapasitas dan keandalan jaringan, sementara jaringan last mile MyRepublic Indonesia mempercepat penetrasi layanan langsung ke konsumen.

Entitas hasil penggabungan diproyeksikan mengelola lebih dari 116.000 kilometer jaringan fiber optic, dengan basis pelanggan ritel di atas 1,8 juta serta puluhan ribu pelanggan enterprise.

Tag:  #merger #mora #myrepublic #analis #penguatan #infrastruktur #digital #nasional

KOMENTAR