Tarif Disepakati, PLTP Ulubelu 30 MW di Lampung Ditargetkan Beroperasi 2027
Pembangkit listrik tenaga panas bumi Wayang Windu di Jawa Barat.(Dok. Star Energy Geothermal)
14:40
24 Desember 2025

Tarif Disepakati, PLTP Ulubelu 30 MW di Lampung Ditargetkan Beroperasi 2027

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE bersama PT PLN Indonesia Power resmi mencapai kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ulubelu Bottoming Unit di Lampung. Proyek ini memiliki kapasitas 30 megawatt.

Kesepakatan tarif menjadi tonggak awal pengembangan proyek. Proses berikutnya mencakup pendirian joint venture, pengadaan EPCC, serta penandatanganan Power Purchase Agreement. Seluruh tahapan direncanakan berjalan paralel mulai Januari 2026 untuk mengejar target Commercial Operation Date pada 2027.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengatakan proyek ini bagian dari upaya mempercepat transisi energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi bersih dalam negeri.

“Transisi energi nasional perlu didorong secara konsisten melalui optimalisasi pemanfaatan energi bersih dan andal yang tersedia di dalam negeri,” ujar Edwil dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Edwil berharap kolaborasi PGE dan PLN Indonesia Power pada proyek Ulubelu Bottoming Unit menjadi model pengembangan yang bisa diterapkan di wilayah kerja eksisting lain. Contohnya berada di Lahendong, Sulawesi Utara, serta Lumut Balai, Sumatera Selatan.

“Ini merupakan kontribusi nyata PGE dalam memperkuat ekosistem transisi energi sekaligus ketahanan energi nasional,” ujar Edwil.

Sebelumnya, pada Agustus 2025, PT Pertamina dan PT PLN menandatangani nota kesepahaman pengembangan energi panas bumi pada 19 proyek eksisting. Total kapasitas yang disasar mencapai 530 megawatt. Sinergi ini difasilitasi Danantara Indonesia.

Seiring percepatan pengembangan proyek eksisting, PGE dan PLN Indonesia Power juga menyepakati Perjanjian Komitmen Konsorsium. Kesepakatan ini mencakup pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 megawatt serta PLTP Lahendong Bottoming Unit 1 berkapasitas 15 megawatt.

Kedua proyek tersebut diharapkan menambah kapasitas pembangkit hingga 45 megawatt melalui pemanfaatan teknologi yang lebih optimal.

Secara keseluruhan, kerja sama ini membuka potensi tambahan kapasitas hingga 1.130 megawatt. Nilai investasinya diperkirakan mencapai 5,4 miliar dolar AS. Pengembangan berasal dari wilayah kerja yang telah berproduksi sekaligus peluang di area prospektif baru.

Ulubelu Bottoming Unit menjadi proyek pembangkit panas bumi berbasis teknologi binary pertama yang dikembangkan bersama PGE dan PLN Indonesia Power di wilayah kerja eksisting Ulubelu.

Proyek ini memanfaatkan teknologi co-generation untuk mengoptimalkan panas sisa. Skema tersebut juga menjadi bagian dari tahapan pengadaan Independent Power Producer di PLN.

Pengembangan Ulubelu Bottoming Unit sekaligus mendukung target PGE mencapai kapasitas terpasang 1 gigawatt dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Tag:  #tarif #disepakati #pltp #ulubelu #lampung #ditargetkan #beroperasi #2027

KOMENTAR