Bisa Kena Denda! Ini 7 Hal yang Pantang Dilakukan Turis Saat Liburan ke Singapura
KOMPAS.COM – Singapura dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di Asia Tenggara.
Negara kota ini menawarkan berbagai atraksi modern, transportasi publik yang nyaman, serta lingkungan yang bersih dan tertata rapi.
Namun di balik kenyamanan tersebut, Singapura juga terkenal dengan aturan yang sangat ketat dan penegakan hukum yang disiplin.
Bagi wisatawan yang berencana berlibur ke Negeri Singa, memahami aturan lokal menjadi hal penting. Pelanggaran yang dianggap sepele di negara lain bisa berujung denda yang tidak sedikit di Singapura.
Karena itu, turis disarankan untuk lebih berhati-hati agar perjalanan tetap menyenangkan dan bebas masalah.
Merujuk informasi Vietnam.vn pada (10/6/26), berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat berkunjung ke Singapura jika tidak ingin terkena sanksi atau denda yang cukup mahal.
Baca juga: 10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Ada Jakarta-Singapura
1. Membuang Sampah Sembarangan
Singapura memiliki reputasi sebagai salah satu negara terbersih di dunia. Untuk mempertahankan kondisi tersebut, pemerintah menerapkan aturan tegas terhadap siapa pun yang membuang sampah sembarangan.
Wisatawan yang kedapatan membuang puntung rokok, bungkus makanan, tisu, atau sampah lainnya di tempat umum dapat dikenakan denda dalam jumlah besar. Dalam beberapa kasus tertentu, pelanggar berulang bahkan bisa diwajibkan mengikuti program pembersihan lingkungan di ruang publik.
2. Makan dan Minum di Transportasi Umum
Jika Anda terbiasa menikmati camilan saat naik kereta atau bus, kebiasaan tersebut sebaiknya ditinggalkan ketika berada di Singapura.
Makan dan minum di dalam sistem transportasi umum seperti MRT dilarang karena dapat mengotori fasilitas publik. Aturan ini diterapkan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan seluruh pengguna transportasi. Pelanggaran dapat berujung pada denda yang cukup tinggi.
Baca juga: Festival Cahaya Digelar di Singapura, Pengunjung Bisa Gerakkan Karya Seni
3. Membawa atau Mengunyah Permen Karet Sembarangan
Larangan terkait permen karet merupakan salah satu aturan Singapura yang paling dikenal wisatawan internasional.
Pemerintah membatasi penjualan dan distribusi permen karet untuk menjaga kebersihan fasilitas umum. Permen karet yang dibuang sembarangan dapat merusak fasilitas publik dan menimbulkan biaya pembersihan yang tinggi.
Oleh karena itu, wisatawan perlu memahami ketentuan yang berlaku terkait produk ini sebelum membawanya ke Singapura.
4. Merokok di Area Terlarang
Singapura memiliki banyak zona bebas rokok yang wajib dipatuhi, termasuk di area publik tertentu, halte, taman, pusat perbelanjaan, hingga beberapa ruang terbuka.
Merokok di luar area yang telah ditentukan dapat menyebabkan wisatawan dikenai sanksi administratif berupa denda. Karena itu, perhatikan selalu tanda larangan merokok yang tersedia di berbagai lokasi wisata maupun fasilitas umum.
Baca juga: Perosotan Tertinggi di Asia Tenggara Jadi Wahana Menantang Baru di Singapura
5. Menyeberang Jalan Sembarangan
Kebiasaan menyeberang jalan di luar jalur resmi atau yang dikenal sebagai jaywalking juga menjadi pelanggaran yang tidak dianggap sepele di Singapura.
Wisatawan disarankan menggunakan zebra cross, jembatan penyeberangan, atau lampu lalu lintas yang telah disediakan. Selain demi keselamatan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga membantu menghindari sanksi yang bisa dikenakan kepada pelanggar.
6. Vandalisme dan Merusak Fasilitas Umum
Coretan pada dinding, merusak fasilitas publik, atau tindakan vandalisme lainnya termasuk pelanggaran serius di Singapura.
Negara ini menerapkan hukuman tegas terhadap berbagai bentuk perusakan properti umum maupun pribadi. Oleh karena itu, wisatawan perlu menjaga sikap dan menghormati fasilitas yang tersedia selama berkunjung.
Baca juga: Singapura Jadi Destinasi Favorit Turis Indonesia dan Filipina, Apa Daya Tariknya?
7. Membawa Barang Terlarang ke Dalam Negeri
Singapura memiliki aturan ketat terkait barang yang boleh maupun tidak boleh dibawa masuk ke wilayah negaranya.
Beberapa produk tertentu memerlukan izin khusus, sementara barang-barang yang dilarang dapat disita dan bahkan memicu proses hukum. Sebelum berangkat, wisatawan disarankan memeriksa daftar barang yang diatur oleh otoritas setempat agar tidak mengalami kendala saat pemeriksaan imigrasi atau bea cukai.
Banyak wisatawan menganggap aturan di Singapura sangat disiplin dibandingkan negara lain. Namun kebijakan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa negara ini dikenal aman, bersih, dan nyaman bagi penduduk maupun wisatawan.
Kepatuhan masyarakat terhadap aturan membantu menciptakan lingkungan publik yang tertib, sistem transportasi yang efisien, serta kualitas hidup yang tinggi. Karena itu, wisatawan yang datang ke Singapura sebaiknya meluangkan waktu untuk memahami peraturan lokal sebelum memulai perjalanan.
Dengan mematuhi aturan yang berlaku, liburan di Singapura bisa berlangsung lebih nyaman tanpa risiko terkena denda yang dapat menguras anggaran perjalanan.
Baca juga: Pokemon Center Singapura Buka Juli 2026, Hadirkan Pikachu Durian dan Ruang Komunitas
Baca juga: 10 Nasi Ayam Terbaik Singapura Versi Michelin Diperdebatkan Warga Lokal
Tag: #bisa #kena #denda #yang #pantang #dilakukan #turis #saat #liburan #singapura