Menikmati Liburan Muslim-friendly di Korea Selatan, dari Kuliner hingga Ruang Ibadah
Terdapat beragam tempat penyewaan hanbok di Korea Selatan, salah satunya di sekitar Istana Gyeongbokgung. Namun, perhatikan cara menyewa hanbok, ditambah biaya dan aturannya.(KOMPAS.com/Esra Dopita Maret)
10:42
26 Mei 2026

Menikmati Liburan Muslim-friendly di Korea Selatan, dari Kuliner hingga Ruang Ibadah

Korea Selatan kini tak hanya dikenal lewat K-pop, drama, atau tren kecantikannya. Negeri tersebut juga mulai membangun citra sebagai destinasi yang lebih nyaman bagi wisatawan Muslim, termasuk turis asal Indonesia yang terus tumbuh setiap tahun.

Upaya itu diperlihatkan lewat kolaborasi antara Korea Tourism Organization (KTO) dan brand modest fashion Indonesia, Buttonscarves, yang mengangkat tema Muslim-friendly travel di Korea Selatan.

KTO memperkenalkan berbagai fasilitas yang kini semakin mudah ditemukan wisatawan Muslim, mulai dari restoran halal hingga ruang salat di tempat-tempat publik.

Baca juga: Sanur Bali Jadi Destinasi Wisata Medis Estetika, Hadirkan Dokter Bedah Plastik Korea Selatan

Menurut PR Media Executive KTO Jakarta Office, Novi Nursyahbani, Korea Selatan terus berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih inklusif bagi wisatawan Muslim.

"Wisatawan kini semakin mudah menemukan makanan halal, restoran ramah Muslim, hingga fasilitas ibadah di berbagai destinasi populer di Korea Selatan," ujarnya di Jakarta, Jumat (22/5/2026)

Pilihan kuliner halal makin beragam

Tak hanya fasilitas ibadah, pilihan kuliner ramah Muslim di Korea Selatan juga semakin berkembang. Novi menjelaskan bahwa restoran di Korea Selatan kini memiliki beberapa kategori layanan untuk wisatawan Muslim.

Kategori halal certified diberikan kepada restoran yang telah memperoleh sertifikasi halal resmi dari lembaga seperti Korea Muslim Federation (KMF). Ada pula self certified, yakni restoran milik Muslim yang menyatakan seluruh menu mereka halal.

Sementara kategori Muslim friendly biasanya menyediakan beberapa pilihan menu halal meski restoran tetap menjual alkohol. Adapun pork free digunakan untuk restoran yang tidak menggunakan daging babi dalam menunya.

Baca juga: Legoland Terbesar di Dunia Ada di China, Berapa Harga Tiketnya?

Sejumlah restoran turut diperkenalkan dalam presentasi tersebut, mulai dari Eid Restaurant di Itaewon yang cukup populer di kalangan wisatawan Muslim, Royal Restaurant di Ansan, hingga restoran vegetarian seperti Balwoo Gongyang dan A Flower Blossom on the Rice.

Selain K-food dan K-wave, tema wisata lain seperti family-friendly tourism, sports tourism, medical wellness, hingga Muslim-friendly travel juga mulai diperkenalkan kepada wisatawan Indonesia.

Media Gathering KTO Wisata Korea Selatan Makin Ramah MuslimDok. KTO Media Gathering KTO Wisata Korea Selatan Makin Ramah Muslim

Ruang salat mulai hadir di destinasi wisata

Hal lain yang disoroti adalah semakin luasnya fasilitas ibadah di Korea Selatan. Jika sebelumnya ruang salat identik dengan masjid besar di kota tertentu, kini fasilitas tersebut mulai hadir di berbagai ruang publik dan destinasi wisata.

KTO memperkenalkan sejumlah lokasi yang telah menyediakan ruang salat, seperti di Lotte World dan COEX di Seoul. Fasilitas serupa juga mulai tersedia di hotel, pusat perbelanjaan, hingga beberapa universitas.

Selain itu, ada pula Busan Al-Fatih Masjid di Busan yang menjadi salah satu pusat aktivitas komunitas Muslim di kota pelabuhan tersebut. Sementara di Jeonju, Jeonju Masjid yang direnovasi pada 2024 kini kembali aktif digunakan dan menjadi salah satu titik persinggahan wisatawan Muslim.

Kehadiran fasilitas ibadah ini menjadi bagian dari upaya Korea Selatan untuk membuat wisatawan Muslim merasa lebih nyaman saat bepergian, tanpa perlu kesulitan mencari tempat salat di tengah perjalanan.

Tag:  #menikmati #liburan #muslim #friendly #korea #selatan #dari #kuliner #hingga #ruang #ibadah

KOMENTAR