Intip Isi Museum Indonesia di TMII, Bisa Dikunjungi Gratis
Memasuki lantai dua Museum Indonesia di TMII, suasana berubah menjadi lebih artistik dengan dominasi koleksi wastra, termasuk tenun ikat dari berbagai daerah Indonesia. Selain itu, terdapat pula beragam koleksi patung yang mencerminkan kekayaan seni rupa Nusantara.(Kompas.com/Krisda Tiofani)
17:49
2 Mei 2026

Intip Isi Museum Indonesia di TMII, Bisa Dikunjungi Gratis

Museum Indonesia termasuk tempat wisata gratis di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Lokasinya persis di sisi kiri setelah melewati pintu masuk utama sehingga mudah dijangkau pengunjung.

Museum yang menampilkan berbagai koleksi budaya Indonesia ini telah berdiri sejak 20 April 1980, setelah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto.

Setelah menjalani proses renovasi, Museum Indonesia kembali dibuka untuk publik pada Agustus 2023.

"Saat ini koleksi kita tentang etnografi. Kebanyakan tentang koleksi budaya, tradisi. Salah satu koleksi kita dari prasejarah, koleksi manusia purba, kemudian ada baju adat, wastra, ada patung, tenun, kriya dan lain-lain," kata Kepala Museum Indonesia, Cut Meurah Rahman saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu (26/4/2026).

Museum Indonesia berada di dalam Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Lokasinya persis di sisi kiri setelah melewati pintu masuk utama, sehingga mudah dijangkau pengunjung. Museum yang menampilkan berbagai koleksi budaya Indonesia ini telah berdiri sejak 20 April 1980, setelah diresmikan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto.Kompas.com/Krisda Tiofani Museum Indonesia berada di dalam Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Lokasinya persis di sisi kiri setelah melewati pintu masuk utama, sehingga mudah dijangkau pengunjung. Museum yang menampilkan berbagai koleksi budaya Indonesia ini telah berdiri sejak 20 April 1980, setelah diresmikan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto.

Untuk melihat berbagai koleksi tersebut, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk tambahan.

Seluruh koleksi di dalam Museum Indonesia dapat dinikmati secara gratis, tanpa mengurangi nilai edukasi dan pengalaman budaya yang ditawarkan kepada setiap pengunjung.

Kamu hanya perlu membeli tiket masuk TMII sebesar Rp 25.000 per orang tiap Senin-Jumat dan Rp 35.000 per orang tiap Sabtu-Minggu, di luar tiket kendaraan.

Lantas, apa saja isi Museum Indonesia di TMII?

Museum Indonesia TMII ada apa saja?

Setiap lantai dilengkapi lift dan punya koleksi berbeda

Bangunan Museum Indonesia terdiri dari tiga lantai megah, yang masing-masing menghadirkan tema dan koleksi berbeda. Lantai pertama mengusung tema Kejayaan Bhinneka Tunggal Ika. Di area ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bernuansa sejarah.Kompas.com/Krisda Tiofani Bangunan Museum Indonesia terdiri dari tiga lantai megah, yang masing-masing menghadirkan tema dan koleksi berbeda. Lantai pertama mengusung tema Kejayaan Bhinneka Tunggal Ika. Di area ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bernuansa sejarah.

Bangunan Museum Indonesia terdiri dari tiga lantai megah, yang masing-masing menghadirkan tema dan koleksi berbeda.

Lantai pertama mengusung tema Kejayaan Bhinneka Tunggal Ika. Di area ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bernuansa sejarah.

Koleksinya dari peninggalan prasejarah seperti manusia purba hingga visualisasi peta Indonesia dalam bentuk artistik, seperti lukisan ular naga dan burung garuda.

Memasuki lantai dua, suasana berubah menjadi lebih artistik dengan dominasi koleksi wastra, termasuk tenun ikat dari berbagai daerah Indonesia.

Selain itu, terdapat pula beragam koleksi patung yang mencerminkan kekayaan seni rupa Nusantara.

Lantai tiga Museum Indonesia di TMII menjadi salah satu daya tarik utama. Di sini tersimpan instalasi patung berukuran besar bernama Pohon Hayat, yang terbuat dari tembaga dengan tinggi delapan meter dan lebar empat meter.Kompas.com/Krisda Tiofani Lantai tiga Museum Indonesia di TMII menjadi salah satu daya tarik utama. Di sini tersimpan instalasi patung berukuran besar bernama Pohon Hayat, yang terbuat dari tembaga dengan tinggi delapan meter dan lebar empat meter.

Adapun lantai tiga menjadi salah satu daya tarik utama. Di tempat ini, tersimpan instalasi patung berukuran besar bernama Pohon Hayat, yang terbuat dari tembaga dengan tinggi delapan meter dan lebar empat meter.

Setiap lantai di museum ini telah dilengkapi fasilitas lift sehingga memudahkan seluruh pengunjung, termasuk lansia (lanjut usia) dan penyandang disabilitas, untuk mengakses seluruh area bangunan dengan nyaman.

Jam operasional Museum Indonesia di TMII

Buka setiap hari, masih gratis untuk publik

Memasuki lantai dua Museum Indonesia di TMII, suasana berubah menjadi lebih artistik dengan dominasi koleksi wastra, termasuk tenun ikat dari berbagai daerah Indonesia.  Selain itu, terdapat pula beragam koleksi patung yang mencerminkan kekayaan seni rupa Nusantara.Kompas.com/Krisda Tiofani Memasuki lantai dua Museum Indonesia di TMII, suasana berubah menjadi lebih artistik dengan dominasi koleksi wastra, termasuk tenun ikat dari berbagai daerah Indonesia. Selain itu, terdapat pula beragam koleksi patung yang mencerminkan kekayaan seni rupa Nusantara.

Museum Indonesia tmii buka setiap hari pukul 08.00 WIB-17.00 WIB. Pengunjung bisa datang langsung ke lokasi, lalu melakukan pendaftaran di meja registrasi.

Meurah mengatakan, meski masih dibuka gratis untuk publik, pengelola Museum Indonesia berencana menetapkan tiket masuk ke depannya.

"Belum ada kepastiannya, masih wacana," kata dia.

Berdasarkan data pengunjung Museum Indonesia pada 2025, museum ini kedatangan sekitar 300.000 pengunjung, menjadikannya salah satu museum yang paling ramai dikunjungi di Indonesia.

"Kalau kita lihat dari data yang dihimpun sama Disparekraf DKI, Dinas Kebudayaan Jakarta juga, Museum Indonesia adalah museum paling banyak dikunjungi. Jadi, kalau kita compare (bandingkan) dengan Museum Kota Tua, Museum Sejarah Jakarta, kita yang paling banyak (dikunjungi)," jelasMeurah.

Wisatawan nusantara (wisnus) masih mendominasi total pengunjung di Museum Indonesia, sementara untuk wisatawan mancanegara (wisman) kebanyakan berasal dari China, Korea, dan Jepang.

"Kalau yang dari Eropa, Amerika itu biasanya mereka yang backpacker-an gitu. Jadi mereka datangnya itu sendiri atau berpasangan, tapi kalau yang Korea, Jepang atau China itu biasanya mereka rombongan," pungkasnya.

Tag:  #intip #museum #indonesia #tmii #bisa #dikunjungi #gratis

KOMENTAR